Rabu, 27 Jan 2021 18:02 WIB

Lansia di Singapura Mulai Disuntik Vaksin COVID-19 Pfizer

Firdaus Anwar - detikHealth
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty) Lansia di Singapura mulai disuntikkan vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech. (Foto ilustrasi: AP/Oded Balilty)
Jakarta -

Singapura mulai melakukan program vaksinasi COVID-19 massal. Kelompok usia lansia diketahui termasuk jadi penerima vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech ini.

Pada hari Rabu (27/1/2021), tenaga kesehatan di Ang Mo Kio dan Tanjong Pagar mulai memberi suntikan vaksin untuk lansia. Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong menargetkan sekitar 5.000 sampai 10.000 lansia divaksin dalam program percobaan ini.

"Saya ingin disuntik agar keluarga tidak terus mengkhawatirkan saya terinfeksi virus," kata salah satu warga, Ang Beng Giap (73), seperti dikutip dari Straits Times, Rabu (27/1/2021).

Penggunaan vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech sempat jadi sorotan ketika ada beberapa lansia di Norwegia dilaporkan meninggal usai disuntik. Investigasi oleh tim independen menemukan kematian tersebut terjadi alamiah, alias bukan karena vaksin.

Dalam laporan yang diunggah pada 22 Januari 2021 di situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) menyebut bahwa lansia yang meninggal memang sudah memiliki 'kerentanan'.

"Laporan saat ini tidak menunjukkan peningkatan fatalitas pada lansia atau karakterisitik efek samping apapun setelah penyuntikkan BNT162b2. Laporan sesuai dengan tingkat mortalitas dan penyebab kematian yang ada pada sub-populasi lansia rentan, pemberian vaksin tidak berkontribusi terhadap kejadian fatal," tulis GACVS.

"Karena itu komite mempertimbangkan manfaat-risiko dari BNT162b2 tetap menguntungkan bagi lansia. Untuk saat ini tidak mengubah rekomendasi vaksinasi," pungkasnya.



Simak Video "Ketua Komnas KIPI Jelaskan Alasan Mengapa Kita Perlu Divaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)