Kamis, 28 Jan 2021 19:30 WIB

COVID-19 Malah Naik, Epidemiolog UGM Sebut PPKM Tak Efektif

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah lagi di tengah penerapan PPKM-vaksinasi virus Corona. Per hari ini, total kasus COVID-19 di RI capai 999.256 orang Virus Corona COVID-19 (Foto: Pradita Utama)

Untuk memperoleh hasil yang diharapkan, diperlukan kebijakan yang mampu menurunkan mobilitas secara masif, setidaknya hingga mencapai 70 persen. Mengingat lebih dari 70 persen populasi tidak melakukan pergerakan di luar rumah selama dua minggu, maka mereka yang telah tertular dapat sembuh di tempat tinggalnya sendirinya dan tidak sempat menularkan virus kepada orang lain.

"Mereka yang tinggal serumah mungkin bisa tertular, tapi penularannya akan berhenti di rumah tersebut. Baru setelah itu digencarkan lagi test and treat untuk mencari mereka yang masih memiliki kemungkinan menularkan setelah dua minggu," ucap Riris.

Lebih lanjut ia menambahkan, keseriusan pemerintah harus ditunjukkan tidak hanya dalam merancang kebijakan tetapi juga dalam implementasinya. Meski kebijakan seperti PSBB atau PPKM terus diperpanjang tapi tanpa keseriusan dalam implementasinya, maka tujuan pengendalian tidak dapat tercapai.

Pembatasan secara ketat, imbuhnya, mungkin akan menuai respon negatif dari masyarakat. Namun langkah ini sudah dilakukan di sejumlah negara dan terbukti membuat negara-negara tersebut mampu melewati gelombang pertama pandemi.

"Kenormalan baru itu bukan berubah menjadi suatu kondisi yang tetap. Kondisi tarik ulur seperti ini, antara pengetatan dan pelonggaran, itulah new normal," katanya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "WHO Tak Henti Keluarkan Peringatan soal Corona"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)