Kamis, 28 Jan 2021 19:30 WIB

COVID-19 Malah Naik, Epidemiolog UGM Sebut PPKM Tak Efektif

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah lagi di tengah penerapan PPKM-vaksinasi virus Corona. Per hari ini, total kasus COVID-19 di RI capai 999.256 orang Virus Corona COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Yogyakarta -

Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia telah melewati satu juta kasus. Pakar epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah serius untuk menanganinya.

Pakar epidemiologi UGM, dr Riris Andono mengatakan, bahwa jumlah ini menunjukkan bahwa penularan COVID-19 di Indonesia belum bisa dikendalikan dan karenanya diperlukan kebijakan yang lebih serius untuk mengatasi pandemi.

"Yang lebih penting adalah maknanya bagi pengendalian COVID-19, apakah jumlah ini bisa memicu kebijakan yang lebih serius untuk menekan penularan atau tidak," kata Riris melalui keterangan tertulis untuk wartawan, Kamis (28/1/2021).

Pasalnya, hingga saat ini kurva pandemi di Indonesia belum mencapai puncaknya. Kurva ini sempat melandai. Namun ketika mobilitas penduduk mulai dilonggarkan tingkat penularan pun terus meningkat hingga kini kapasitas rumah sakit tidak lagi mampu menampung pasien.

"Ini tanda kita sedang dalam periode yang menanjak tinggi dan penularan sudah meluas di masyarakat," ucapnya.

Pengendalian pandemi, kata pria yang kerap disapa dr Donnie ini memerlukan kebijakan yang tegas terutama dalam pembatasan mobilitas. Ketika kondisi penularan sudah begitu masif, penerapan 3M tidak lagi cukup.

Seperti halnya memberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali selama dua minggu pada 11-25 Januari lalu juga dirasa tidak cukup efektif untuk menekan penularan karena pada kenyataannya tingkat mobilitas masyarakat tidak banyak berubah.

Kebijakan pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan hingga pukul 19.00 menurutnya juga tidak bermanfaat jika jumlah orang yang mengunjungi tempat tersebut tidak berkurang secara signifikan.

"Yang lebih penting bukan durasinya diperpendek sedikit, tapi lebih pada seberapa banyak orang per-satuan waktu yang ada di tempat tersebut," ujarnya.

Menurutnya, jumlah kasus yang justru meningkat selama penerapan PPKM menunjukkan bahwa kebijakan ini tidak efektif. Kebijakan yang tidak dilakukan secara maksimal bahkan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat.

"Kebijakan yang setengah-setengah hasilnya justru akan kontraproduktif. Masyarakat jadi tidak percaya dengan PPKM karena mereka lebih susah tapi ternyata kasusnya justru meningkat," kata dr Donnie.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ingin Bebas dari PPKM? Penuhi Syarat-syarat Berikut Ini!"
[Gambas:Video 20detik]