Jumat, 29 Jan 2021 17:53 WIB

Bukan di Lengan, Presiden Filipina Pilih Disuntik Vaksin COVID-19 di Pantat

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Soal Jaminan Keamanan, Duterte Batal Uji Coba Vaksin dari Rusia Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: DW News)
Jakarta -

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memilih disuntik vaksin COVID-19 di area pantat. Karenanya, tak sama seperti petinggi negara lain, vaksinasi Duterte tak ditampilkan di khalayak umum.

"Mari kita hormati itu. Keputusannya bisa disamakan dengan keputusan kerajaan Inggris. Ratu Inggris tidak ingin divaksinasi di hadapan publik," kata Sekretaris Kesehatan Filipina, Fransisco Duque, dikutip dari SCMP.

Berdasarkan pengalaman negara-negara yang sudah melakukan program vaksinasi COVID-19, pemberian vaksin dilakukan dengan menyuntikkan area lengan, bukan di pantat.

Melihat hal ini, para ahli di China mengatakan bahwa suntikan di area pantat tidak mempengaruhi kemanjuran vaksin, tetapi kemungkinan akan menyebabkan kelainan otot di area tersebut dan mempengaruhi penampilannya.

Seorang ahli vaksin asal China Zhuang Shilihe mengatakan kepada Global Times bahwa metode vaksinasi di area pantat telah banyak digunakan seperti vaksin hepatitis B serta vaksin Difteri dan Tetanus.

Sementara itu seorang ahli imunologi yang berbasis di Beijing mengatakan vaksin COVID-19 dapat disuntikkan di pantat, tetapi tidak semudah suntikan di lengan atas dan jika tidak dioperasikan dengan baik, suntikan di pantat mungkin akan menyebabkan kelainan otot.

Belum pasti vaksin COVID-19 mana yang akan diterima Duterte, meskipun ia telah menyatakan preferensi untuk vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan China, Sinovac atau Sputnik V yang dikembangkan Rusia.

Pemerintah Filipina sendiri berencana memulai kampanye vaksinasi Covid-19 pada Februari. Sejauh ini telah menandatangani kontrak untuk pembelian vaksin dengan AstraZeneca / Universitas Oxford, Sinovac dan Novovax, yang semuanya belum menerima otorisasi penggunaan darurat di Filipina.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)