Senin, 01 Feb 2021 21:32 WIB

Perbedaan HIV dan AIDS, Dua Hal yang Kerap Dikira Sama

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi obat antiretroviral Perbedaan HIV dan AIDS (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

HIV-AIDS merupakan penyakit yang sampai saat ini jadi momok di tengah masyarakat. Salah satu faktor penyebabnya karena banyak mitos dan hoax keliru seputar HIV-AIDS. Termasuk, soal perbedaan HIV dan AIDS.

Terkait hal tersebut, tahukah kamu bahwa HIV dan AIDS sebetulnya dua hal yang berbeda? Berikut perbedaan HIV dan AIDS seperti dirangkum detikcom dari berbagai sumber:

1. HIV

HIV adalah singkatan dari human immunodeficiency virus. Dengan kata lain HIV adalah nama dari virus yang pertama kali diketahui tahun 1980-an ini.

Dikutip dari Avert.org, HIV dipercaya berasal dari daerah Kinshaha, Republik Kongo. Peneliti menyebut kemungkinan virus ini melakukan lompatan spesies, dari yang tadinya menginfeksi simpanse jadi bisa menginfeksi manusia.

Kasus-kasus awal infeksi HIV yang dilaporkan sebagian besar muncul pada kelompok pria homoseksual di Amerika Serikat (AS). Kala itu dokter menyebut ada berbagai kasus penyakit langka yang muncul bersamaan pada kelompok tersebut berkaitan dengan masalah melemahnya imun.

Pada akhir tahun 1981 dilaporkan ada 270 pria homoseksual yang mengalami masalah imun. Sebanyak 121 orang di antaranya meninggal dunia.

Tahun 1987 obat antiretroviral pertama untuk HIV, zidovudine, mendapat izin Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

2. AIDS

Istilah acquired immune deficiency syndrome (AIDS) pertama kali digunakan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) tahun 1982. AIDS dipakai untuk menggantikan istilah gay-related immune deficiency (GRID) yang awalnya dipakai untuk mendeskripsikan berbagai gejala masalah imun pada pria homoseksual terinfeksi HIV.

HIV diketahui bekerja dengan cara menyerang sistem imun. Tubuh orang yang terinfeksi perlahan akan kehilangan kemampuan untuk menangkal penyakit sehingga akhirnya mengalami berbagai komplikasi.

Nah sebutan komplikasi-komplikasi yang disebabkan masalah imun ini disebut AIDS. Seseorang yang terinfeksi HIV bila mendapat penanganan medis yang baik dengan obat antiretroviral dapat mencegah AIDS.

"Seberapa cepat kasus HIV berkembang menjadi tahap kronis bisa bervariasi untuk tiap orang. Tanpa terapi, infeksi HIV bisa saja bertahan sampai 10 tahun sampai berkembang menjadi AIDS. Tapi dengan terapi, infeksi dapat ditahan sampai tak terhingga," tulis Healthline.

Lewat terapi antiretroviral seorang pasien dengan HIV diketahui bisa memiliki usia harapan hidup yang sama dengan orang sehat.



Simak Video "Pelayanan ODHA di Masa Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)