Rabu, 03 Feb 2021 20:08 WIB

Kombinasi Sambiloto & Herbal, Imunomodulator untuk Daya Tahan Tubuh

Erika Dyah Fitriani - detikHealth
Daun sambiloto Foto: Shutterstock
Jakarta -

Pandemi COVID-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda akan segera mereda. Untuk itu, masyarakat butuh senantiasa disiplin melakukan protokol pencegahan, mengupayakan kebiasaan hidup sehat, serta menjaga daya tahan tubuh salah satunya dengan menggunakan obat herbal.

dr Rianti Maharani dari Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) menjelaskan COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SAR-CoV-2).

Virus COVID-19 sangat menular sehingga dibutuhkan kedisiplinan semua pihak untuk menjalani protokol pencegahan. Virus ini dapat ditularkan melalui SAR-CoV-2 kontak langsung dengan penderita, droplet yang dikeluarkan oleh penderita pada saat batuk ataupun bersin, serta tangan yang menyentuh mulut, hidung dan mata setelah menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus-virus tersebut.

Oleh karena itu COVID-19 disebut juga sebagai penyakit seribu wajah. Sebab virus ini dapat menimbulkan berbagai macam gejala. Seperti demam, nyeri kepala, nyeri otot, gangguan penciuman, penurunan pengecapan, nyeri tenggorokan, batuk, gangguan pernapasan, mual, muntah dan nyeri perut. Terdapat pula infeksi COVID-19 yang tidak bergejala dan lebih sulit dideteksi.

Untuk mencegah penularan COVID-19, masyarakat perlu mengupayakan ketahanan kesehatan yang bergantung pada kesehatan tubuh perorangan. Penting juga untuk menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat dan penggunaan obat tradisional yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Sistem daya tahan tubuh manusia terdiri dari sistem kekebalan alami (innate immune) dan sistem kekebalan adaptif (adaptive immune). Untuk dapat mengaktifkan mekanisme pertahanan alami maupun adaptif, kita dapat memanfaatkan imunomodulator yang merupakan zat atau substansi yang dapat memodifikasi respon imun untuk mengembalikan ketidakseimbangan sistem imun yang terganggu.

Sambiloto, Si Raja Pahit Penangkal Penyakit

Sambiloto (Andrographis Paniculata) yang lebih dikenal dengan sebutan Raja Pahit, atau jika di daerah jawa dikenal bahan untuk membuat rebusan paitan, memiliki banyak sekali khasiat yang sudah banyak dibuktikan secara empiris maupun ilmiah. Secara empiris, sambiloto secara tradisional digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, anti diare, gangguan hati, dan anti bakteri. Sementara itu berdasarkan bukti ilmiah, sambiloto diteliti berhasil meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan kolesterol, memiliki aktivitas antidiabetes, antidiare, anti demam, anti fertilitas, gangguan liver, dan anti bakteri.

Sebagai antivirus, sambiloto dapat meningkatkan aktivitas fagositosis sel limfosit yang dapat mengendalikan virus. Tak hanya itu, sambiloto juga berperan dalam imunostimulan. Kandungan andrografolid dalam sambiloto mampu mencegah penularan virus ke sel lain dan menghentikan perkembangan penyakit dengan memodifikasi sinyal seluler tereduksi. Andrografolid merupakan komponen aktif utama dalam herba sambiloto.

Adapun aktivitas farmakologi lain diantaranya sebagai imunosupresan, antitrombotik, antivirus, antioksidan serta antiinflamasi. Andrografolid sebagai antiinflamasi dan antioksidan bekerja terhadap berbagai sel tubuh dengan mekanisme yang spesifik. Penelitian lain pun menunjukkan pemberian andrografolid pada hewan dapat menstimulasi produksi antibodi.

Kombinasi Herbal

Kombinasi jahe merah, sembung, meniran dan sambiloto sebagai inovasi herbal imunomodulator bersinergi dalam proteksi imunitas. Beberapa herbal yang memiliki khasiat sebagai imunomodulator jika disatukan dalam satu sediaan akan bersinergi dalam meningkatkan imunitas tubuh. Di antaranya adalah kombinasi jahe merah, sembung, meniran dan sambiloto.

Kombinasi keempat herbal asli Indonesia tersebut berfungsi memulihkan respon imun, menekan peradangan, serta melawan infeksi virus. Akan tetapi, penting untuk diketahui bahwa masyarakat diimbau untuk dapat menjaga daya tahan tubuh pada kondisi pandemi seperti ini dengan mengkonsumsi imunomodulator yang seimbang. Baik dari fungsinya sebagai imunostimulan maupun imunosupresan.

Imunosupresan adalah substansi yang menstimulasi sistem imun dengan meningkatkan aktivitas komponen sistem imun untuk melawan infeksi dan penyakit. Sementara imunosupresan merupakan substansi yang dapat menekan respon imun yang berlebihan. Oleh karena itu, dibutuhkan keseimbangan, yaitu kegunaan imunostimulan dan imunosupresan yang cukup. Dengan begitu, imunomodulator yang dikonsumsi tidak akan menimbulkan efek samping meski dimakan secara rutin dalam jangka panjang.

Sederet manfaat kesehatan dari sambiloto dan sinergi dengan tiga herbal lainnya bisa Anda dapatkan dalam Fatigon Promuno. Fatigon Promuno merupakan inovasi herbal imunomodulator dengan empat herbal asli, yakni sambiloto, jahe merah, sembung, dan meniran. Kombinasi keempat herbal asli Indonesia tersebut akan bantu memulihkan respon imun, menekan peradangan, serta melawan infeksi virus. Melalui 3 aksi jaga daya tahan tubuh, Fatigon Promuno secara efektif optimalkan daya tahan tubuh setiap hari terutama di masa pandemi.

Daun sambilotoFoto: Fatigon

Tak hanya mengonsumsi vitamin dan imunomodulator, Anda juga harus senantiasa menerapkan 5M secara ketat guna terhindar dari paparan virus COVID-19 di masa pandemi ini. Yaitu, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Produk Fatigon Promuno bisa Anda dapatkan di toko resmi Kalbe Consumer Health di Tokopedia, Shopee, dan e-Commerce lainnya serta tersedia di apotek, toko obat dan minimarket terdekat.

(prf/up)