Kamis, 04 Feb 2021 19:20 WIB

Satgas COVID-19 Sebut PPKM Belum Berhasil, Ini Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kementerian Perhubungan membolehkan pesawat terisi penuh penumpang selama masa PPKM. Asalkan ada 3 baris kursi kosong untuk tempat karantina penumpang yang positif Corona di pesawat. Alasan jubir Satgas COVID-19 sebut PPKM belum berhasil. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Jakarta -

Penambahan kasus positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal ini masih terjadi saat dua minggu periode pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali.

Pada hari ini, Kamis (4/2/2021) kasus positif bertambah sebanyak 11.434, sehingga totalnya menjadi 1.123.105 kasus. Sementara total kasus sembuh menjadi 917.306 dan meninggal 31.001 kasus.

Namun, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan peningkatan kasus positif mingguan selama PPKM ini lebih rendah, jika dibandingkan dengan dua minggu sebelum PPKM diberlakukan.

"Namun, jika dilihat lebih jauh, peningkatan penambahan kasus positif mingguan yang terjadi selama pelaksanaan pembatasan kegiatan lebih rendah dibandingkan dua minggu sebelumnya (sebelum PPKM)," jelas Prof Wiku dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/2/2021).

"Peningkatan pada dua minggu pertama bulan Januari yaitu sebelum pelaksanaan (PPKM), adalah sebesar 27,5 persen. Sedangkan peningkatan pada dua minggu kedua yakni ketika pembatasan sosial telah dilaksanakan, menjadi lebih rendah yaitu sebesar 9,5 persen," lanjutnya.

Meski peningkatan kasus positif di minggu ini cukup rendah, PPKM masih belum bisa dikatakan berhasil.

"Seharusnya, pembatasan kegiatan baru bisa dikatakan berhasil apabila mampu menurunkan angka positif mingguan," tegas Prof Wiku.



Simak Video "Indonesia Geser Brasil Sebagai Penyumbang Kasus COVID-19 Terbanyak"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)