Kamis, 04 Feb 2021 20:22 WIB

Hari Kanker Sedunia: Ini Bedanya Batuk Biasa, COVID-19, dan Kanker Paru

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Young woman suffering from cold Batuk biasa, gejala COVID-19, atau kanker paru? Ini bedanya (Foto: iStock)
Jakarta -

Batuk menjadi salah satu gejala dari banyak penyakit, yang bisa disebabkan karena alergi, COVID-19, hingga kanker paru. Kanker paru adalah salah satu kanker yang paling banyak dialami orang di dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Kanker paru adalah kondisi adanya pertumbuhan sel-sel ganas di paru. Ini menyebabkan sistem pernapasan terganggu hingga menyebabkan penderitanya batuk-batuk.

Kondisi ini biasanya dipicu karena kebiasaan merokok, gaya hidup yang tidak sehat, mengkonsumsi junk food berlebihan, obesitas, serta adanya perubahan gen atau mutasi DNA yang berkaitan dengan faktor keturunan.

Tapi, bagaimana cara membedakan batuk dari ketiga kondisi tersebut?

Batuk kanker paru

Menurut ahli paru Profesor Anwar Jusuf, banyak kasus kanker paru yang ditemukan terlambat. Ini karena umumnya penderita kanker paru hanya mengalami batuk saja.

"Karena umumnya tidak ada keluhan, hanya batuk-batuk saja, sering disangka asma bahkan tuberkulosis," kata Anwar dalam peringatan Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari.

Perbedaan antara kanker paru dengan batuk lainnya bisa dilihat dari responnya terhadap obat-obatan. Biasanya, batuk akibat kanker paru tidak merespon obat-obatan biasa yang bahkan sudah diberikan selama berbulan-bulan.

"Batuk pada kanker paru tidak merespons obat-obatan bahkan obat tuberkulosis. Kalau tidak ada perbaikan patut curiga dengan kanker," kata Anwar.

Selain itu, batuk kanker paru juga bisa diikuti oleh kondisi lain. Kondisi tersebut seperti sesak napas, nyeri dada, nyeri bahu atau lengan, nyeri kepala, kelumpuhan sebelah badan seperti stroke, dan bengkak leher atau lengan.

Anwar juga menyarankan untuk segera mengunjungi dokter, jika batuk yang dialami tidak kunjung sembuh untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Batuk biasa

Batuk biasa biasanya akan merespons obat-obatan yang sering dikonsumsi. Selain itu, batuk biasa umumnya tidak diikuti kondisi-kondisi lain seperti yang dialami saat batuk karena kanker paru.

Batuk COVID-19

Dikutip dari CNN Indonesia, batuk gejala COVID-19 memiliki kondisi yang berbeda. Menurut dokter spesialis paru Dr Kasum Supriadi, gejala ini biasanya didahului dengan demam, gangguan pada saluran pernapasan, hingga adanya gangguan pada organ tubuh lainnya.

Untuk memastikannya, perlu dilakukan pemeriksaan dengan tes swab PCR. Ini dimaksudkan agar mendeteksi apakah benar ada infeksi virus Corona di dalam tubuh atau tidak.



Simak Video "Dokter Ungkap Bahayanya Anak dengan Kanker Bila Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)