Jumat, 05 Feb 2021 16:46 WIB

Bantah Kabar Viral Lockdown Total Akhir Pekan, Kemenkes: Hoax!

Firdaus Anwar - detikHealth
Petugas dari Tim Dekontaminasi Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan disinfektan di Halte Tosari, Jl MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Desinfektan dilakukan di tempat umum untuk meminimalisir dampak virus Corona COVID-19. Saat ini, Jakarta memiliki kasus aktif tertinggi sejak awal pandemi Maret 2020 dengan kasus aktif mencapai 17.382 orang. Kemenkes tegaskan tidak ada rencana lockdown akhir pekan. (Foto ilustrasi: Ari Saputra)
Jakarta -

Beberapa waktu ini heboh kabar rencana lockdown total di akhir pekan untuk menghadapi pandemi COVID-19. Disebutkan dalam pesan yang viral bahwa toko-restoran akan ditutup sehingga semua orang diharap sudah menyiapkan bahan makanan karena tidak boleh keluar rumah.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa kabar tersebut tidak benar alias hoax. Pemerintah hingga saat ini tidak berencana menerapkan kebijakan lockdown akhir pekan.

"Pemerintah belum mengeluarkan kebijakan lockdown total baik di Jakarta maupun daerah lainnya... Kami meminta masyarakat agar menghentikan pesan hoax tersebut," kata Nadia dalam konferensi pers daring yang diadakan Kemenkes, Jumat (5/2/2021).

Nadia menjelaskan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih diterapkan sampai 8 Februari 2021. Apakah kemudian PPKM akan dilanjutkan tergantung dari proses evaluasi.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, jangan mudah percaya informasi," ujar Nadia.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. Informasi hoax lockdown total disebut berbahaya karena berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Hoax itu akan menyasar ke mana? Emosi masyarakat. Bisa menimbulkan opini negatif yang mengakibatkan kegaduhan masyarakat dan juga disintegrasi bangsa," pungkas Argo yang menambahkan penyebar informasi bisa dihukum penjara dan denda milyaran rupiah.



Simak Video "Rambu-rambu Epidemiolog soal Ivermectin Sebagai Obat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)