Selasa, 09 Feb 2021 22:16 WIB

Round Up

Riwayat TB Usus di Balik Meninggalnya Ustadz Maaher

Ardela Nabila - detikHealth
Ustadz Maaher / Ustaz Maaher /  Ustaz Maheer Ustadz Maaher (Foto: Ustadz Maaher)
Jakarta -

Soni Ernata atau yang dikenal sebagai Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia pada Senin (8/2/2021) pukul 19.45 WIB di Rutan Mabes Polri. Almarhum dikabarkan meninggal karena sakit. Tidak disebutkan apa sakitnya, namun diketahui ada riwayat sakit lambung dan TB usus.

"Ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum. Jadi kita tidak bisa sampaikan secara jelas dan gamblang sakitnya apa karena penyakitnya adalah sensitif, ini masalahnya," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers, Selasa (9/2/2021).

"Bisa membuat nama baik keluarga juga tercoreng," lanjutnya.

Sebelum dimakamkan di Darul Quran, Tangerang, jenazah sempat disemayamkan dahulu di kediamannya di Pondok Gede, Bekasi.

Sepekan sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Ustadz Maaher diketahui baru saja kembali ke Rutan setelah menjalani perawatan di RS Polri. Selain itu, keluarganya pun sempat meminta dipindahkan ke RS UMMI Bogor.

Sakit lambung

Menurut kuasa hukum Ustadz Maaher, Djuju Purwanto, ia memiliki riwayat sakit lambung.

"Karena pada waktu itu, dokter awal beliau sakit usus lambung, luka lambung, itu kan awal diperiksa tuh, dicek sempet diopname di RS UMMI. Kira-kira hampir setahun yang lalu. Saya juga yang dampingi (saat dirawat di RS UMMI). Setahun lalu kira-kira 2020," ujarnya pada Januari lalu.

TB usus

Sementara itu, menurut sang istri, Iqlima Ayu, Ustadz Maaher tengah menjalani pengobatan TB usus. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa terdapat luka di usus Ustadz Maaher, sehingga kesehatannya menurun.

Dikutip dari dari Healthline, TB atau tuberkulosis umumnya menginfeksi paru-paru serta sistem pernapasan.

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, TB juga menjelaskan penyakit ini dapat menyebar melalui peredaran darah dan menyerang berbagai organ lain di luar sistem pernapasan serta disebut extra pulmonary TB.

"TB ekstra paru itu istilahnya bisa terjadi dari ujung rambut sampai ujung kaki kejadiannya. Misalnya, bisa ke otak (meningitis TB), mata (TB mata), kulit (TB kulit)," kata Prof Ari saat dihubungi detikcom, Selasa (9/2/2021).

"Kemudian di kelenjar getah bening itu juga bisa, kemudian bisa di liver, bisa di ginjal, dan bisa mengenai usus," lanjutnya.

Seperti apa gejala dan cara penularan TB usus? Simak di halaman berikutnya.

Gejala TB usus

Menurut Prof Ari, terdapat beberapa tanda umum jika terinfeksi TB, seperti mengalami demam sekitar 37,5 derajat celcius, meriang dan berkeringat di malam hari, dan berat badan menurun.

"(gejala) Lokalnya kalau dia TB usus, dia diare, mencret. Diarenya kronik lebih dari 2 minggu," ujar Prof Ari.

"(diarenya) Bisa darah lendir. Mencretnya sedikit-sedikit, tapi ada darah lendir," ungkapnya.

Penularan dan pengobatan TB usus

Lebih lanjut, Prof Ari menjelaskan bahwa pada dasarnya TB akan menginfeksi paru-paru, tetapi bakterinya juga dapat menginfeksi organ lain melalui darah dan kelenjar getah bening.

Seperti halnya TB paru-paru, TB usus juga memiliki potensi menular, yaitu melalui droplet atau percikan saat batuk dan bersin.

"Kumannya tetap melalui droplet. Jadi reseptor pertama kuman itu adanya di paru-paru. Masuk ke paru nanti baru dia yang kita bilang sistemik itu (menginfeksi organ lain)," jelas Prof Ari.

Prof Ari kemudian menjelaskan bahwa bakteri penyebab TB menyebar ke organ lain dari paru-paru lewat darah dan kelenjar getah bening, sehingga TB usus tidak bisa menular langsung ke orang lain lewat paparan darah atau cairan tubuh dalam pasien tersebut.

Sementara terkait penanganan TB usus, dapat menggunakan jenis obat anti TBC, sama dengan TB paru-paru. Namun, pengobatan untuk TB usus membutuhkan waktu lebih lama, yakni sekitar 9 bulan. Prof Ari turut menekankan bahwa pengobatan harus berlangsung disiplin dan tidak boleh terputus



Simak Video "Cara Bedakan Penyakit TBC dengan Virus Corona dari Kemenkes"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)