Minggu, 14 Feb 2021 20:18 WIB

Investigasi Asal-usul COVID-19, Tim WHO Akan Fokus ke Asia Tenggara

Firdaus Anwar - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. (Foto: NIAID)
Jakarta -

Tim investigasi yang dibentuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menemukan bukti kuat asal-usul COVID-19 di China. Hal ini memperkuat gagasan yang terus didorong pemerintah China, bahwa virus berasal dari luar negeri sebelum kemudian kasusnya meledak di Wuhan.

Salah satu anggota tim, Dr Peter Daszak, menjelaskan kemungkinan fokus investigasi akan berpindah ke negara-negara Asia Tenggara. Ini dilakukan karena teori bahwa virus masuk ke wilayah China dari negara sekitar lewat suplai makanan beku.

"Kami sudah mengerjakan banyak hal di China, yang bila ditarik kesimpulannya menunjuk ke daerah perbatasan. Kita tahu masih sedikit pengawasan yang dilakukan di seluruh wilayah Asia Tenggara," kata Peter seperti dikutip dari BBC, Minggu (14/2/2021).

"China negara yang besar dan begitu juga dengan Asia Tenggara. Rantai suplai yang ada di pasar Huanan datang dari berbagai negara, berbagai daerah China, jadi perlu waktu untuk melacaknya," lanjut Peter.

Amerika Serikat (AS) menanggapi laporan investigasi WHO di China dengan kecurigaan. Penasehat keamanan Gedung Putih, Jake Sullivan, mengatakan penting agar tim investigasi bekerja secara independen, tidak berada di bawah tekanan otoritas China.

Hal ini menyusul kabar bahwa tim ternyata tidak diberikan data kunci 174 kasus awal wabah COVID-19 di China. Tim juga tidak bisa memeriksa sampel darah para pasien di China sebelum ada wabah untuk memastikan tanda-tanda sirkulasi virus.

"Penting agar laporan ini bisa independen. Para ahli seharusnya bisa bebas dari intervensi atau manipulasi oleh pemerintah China," kata Jake seperti dikutip dari Reuters.

"Untuk bisa memahami pandemi ini dengan lebih baik dan bersiap menghadapi yang berikutnya, China harus memberikan seluruh data yang tersedia," pungkasnya.



Simak Video "Peringatan China ke WHO soal Rencana Baru Cari Asal Usul Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)