Selasa, 16 Feb 2021 10:36 WIB

Round Up

Ashanty Positif Corona dan Idap Autoimun, Bagaimana Pengobatannya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ashanty saat ditemui di kawasan Jagakarsa. Ashanty positif Corona (Foto: Pool/Palevi S/detikFoto)

Apakah penyakit autoimun selalu memperburuk gejala pasien COVID-19?

"Ya prinsipnya bahwa secara khusus tentu (bisa lebih parah), kalau memang dia autoimun kemudian kena COVID-19 maka ini kan komorbid. Ini tergantung juga dari kondisi dia, apakah memang saat itu dia lagi keadaan infeksi, ada demam juga, tambah kena COVID-19, itu akan memperburuk keadaan," jelas dokter spesialis penyakit dalam dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, pada detikcom.

Selaras dengan Prof Iris, Prof Ari juga menganjurkan agar menghentikan sementara pengobatan autoimunnya. Hal ini kembali pada seberapa parah kondisi autoimun yang dialami pasien seperti Ashanty positif Corona.

Apa bisa mendapat vaksin COVID-19?

Penyakit autoimun termasuk ke dalam deretan penyakit komorbid yang memerlukan ketentuan khusus saat diberikan vaksin Corona. Berdasarkan pedoman terbaru Kementerian Kesehatan, para pengidap penyakit autoimun untuk menunda vaksinasinya.

"Bagi penderita penyakit autoimun sistemik, vaksinasi harus ditunda dan harus dikonsultasikan pada dokter yang merawat," jelas pedoman terbaru Kemenkes soal syarat vaksinasi.

Selain itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) juga menjelaskan beberapa kriteria pengidap autoimun yang tidak boleh divaksin Corona, yaitu:

  • Penyakit autoimun sistemik
  • Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
  • Sjogren
  • Rheumatoid Arthritis
  • Vaskulitis
  • Adapun penyakit autoimun yang bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19, jika kondisi kesehatannya terkontrol dengan baik seperti:
  • Khusus untuk tiroid autoimun
  • Penyakit autoimun hematologi
  • Inflammatory bowel disease (lBD)

"Layak divaksinasi selama remisi dan terkontrol, konsultan dengan dokter di bidang terkait," jelas rekomendasi PAPDI.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]

(sao/up)