Kamis, 18 Feb 2021 09:18 WIB

4 Gejala Tambahan yang Bisa Jadi Pertimbangan Tes COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Tes PCR untuk mendeteksi kasus COVID-19 selama ini biasanya hanya dilakukan pada orang-orang yang bergejala atau diketahui melakukan kontak dekat dengan kasus positif. Gejala yang diamati terutama adalah batuk-batuk, demam, dan hilangnya fungsi penciuman.

Terkait hal tersebut, sekelompok peneliti dari King's College London mengusulkan agar empat gejala lain juga ditambahkan sebagai pertimbangan dilakukan tes. Gejala tersebut adalah kelelahan, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan diare.

Salah satu peneliti yang terlibat dalam studi, Dr Claire Steves, menjelaskan gejala-gejala tersebut harus diwaspadai karena cenderung muncul pada pasien yang positif. Hal ini diketahui setelah timnya mengoleksi data dari 120 ribu orang dewasa yang menggunakan aplikasi pendeteksi gejala COVID-19.

Menurut Dr Claire pelaksanaan tes PCR yang ketat masih masuk akal dilakukan di awal pandemi karena kemampuan yang terbatas. Namun, kini seharusnya sudah banyak laboratorium yang meningkatkan kemampuan tes sehingga bisa menjangkau populasi dengan lebih luas.

Peningkatan jumlah tes menjadi semakin penting mengingat munculnya varian baru Corona yang lebih mudah menular.

"Kami tahu dari awal fokus tes yang dilakukan pada gejala klasik batuk-batuk, demam, dan anosmia (hilang penciuman) sebetulnya tidak bisa mendeteksi sebagian besar kasus," kata pemimpin studi Tim Spector seperti dikutip dari BBC, Rabu (17/2/2021).

"Pesan kami untuk publik jelas. Bila Anda merasa tidak sehat, bisa jadi itu COVID-19 dan sebaiknya dites," pungkas Tim.



Simak Video "Ahli Gizi Ingatkan Jaga Pola Makan Seimbang Saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)