Kamis, 18 Feb 2021 17:07 WIB

Kemenkes Targetkan Vaksinasi Pedagang Pasar Tanah Abang Kelar 5 Hari

Angga Laraspati - detikHealth
Vaksinasi pedagang di Pasar Tanah Abang dan sekitarnya dilakukan 2 tahap. Pertama dilaksanakan pada 17-21 Februari 2021 dengan total 9.729 orang yang ada di blok A, B, F, G Pasar Tanah Abang. Foto: Dok. Kemenkes
Jakarta -

Kemenkes sejak Rabu (17/2) mulai menggelar vaksinasi bagi pedagang Pasar Tanah Abang. Sebanyak 9.729 pedagang mendapatkan jatah vaksinasi tahap pertama ini dan ditargetkan selesai dalam 5 hari.

Vaksinasi pedagang di Pasar Tanah Abang dan sekitarnya dilakukan 2 tahap. Pertama dilaksanakan pada 17-21 Februari 2021 dengan total 9.729 orang yang ada di blok A, B, F, G Pasar Tanah Abang.

"Rencana kita ada pedagang di blok A, B, F, G, ini semua akan divaksinasi, jadi prioritasnya ada di sini dulu. Hari ini sudah didata 9.700 peserta yang akan divaksin, diharapkan dalam 5 hari bisa selesai semua," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dilansir dari website resmi Kementerian Kesehatan.

Adapun untuk vaksinasi tahap pertama di Tanah Abang ini mencakup:

  • Blok A ; dengan sasaran 3.594 orang
  • Blok B ; dengan sasaran 3.685 orang
  • Blok F ; dengan sasaran 2.300 orang
  • Blok G ; dengan sasaran 150 orang

Dikutip dari YouTube Kementerian Kesehatan, Budi mengatakan vaksin yang diberikan sudah mendapatkan persetujuan dari BPOM, sehingga vaksinasi yang dilakukan sepanjang 5 hari ke depan di Pasar Tanah Abang juga sudah bisa diberikan kepada lansia.

"Malah memang, hari ini dimulai vaksinasi untuk lansia dan petugas publik. Tadi pagi juga kita sudah datang mendampingi Pak Wapres Ma'ruf Amin divaksin. Pak Wapres itu umurnya 80 tahun. Mudah-mudahan itu bisa menjadi dorongan dan motivasi agar lansia di Indonesia yang rawan bisa datang dan divaksin," tutur Budi.

Pemerintah mencatat setidak adanya 55 ribu pedagang di Provinsi DKI Jakarta yang akan divaksinasi. Namun angka tersebut masih merupakan data awal dan masih bisa berubah.

Untuk itu, Budi mengimbau seluruh pedagang agar jangan sampai melewatkan vaksinasi kali ini. Jumlah tersebut merupakan data awal pencatatan dan kemungkinan masih akan berubah.

"Kita mengimbau buat yang menolak vaksin, mudah-mudahan nanti teman-teman wartawan juga tidak takut disuntik. Ya kita imbau untuk divaksin agar bisa melindungi diri dan juga teman-teman," tutur Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan vaksinasi di Pasar Tanah Abang merupakan pilot project seperti pelaksanaan vaksinasi di Istora Senayan beberapa pekan lalu.

"Alhamdulillah sesudah melihat pilot project di Istora kita bisa masuk ke pasar ini secara bertahap. Kalau gak salah ada 153 pasar di Jabodetabek. Ini akan jadi model di provinsi lain," ucap Budi.

Budi juga menjelaskan model vaksinasi bagi petugas publik dilakukan dengan 4 tipe, antara lain vaksinator datang ke fasilitas kesehatan, ke kantor atau tempat petugas publik bekerja, ke tempat ramai seperti pasar, atau membuat satu tempat penyuntikan massal dan orang-orang datang ke tempat tersebut.

"Keempat model ini akan kita atur tegantung jenis pekerjaannya bagaimana," tutur Budi.

Budi juga tak memungkiri pelaksanaan vaksinasi di Pasar Tanah Abang terdapat hambatan terkait pendaftaran penerima vaksinasi COVID-19. Ia pun mengatakan pihaknya menerima segala masukan dan saran apabila ada kekurangan dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

"Masukan dan saran tersebut nantinya akan dijadikan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 berikutnya," katanya.

Sementara itu, Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan dari siapapun yang tidak masuk ke dalam 9.700-an orang yang diberikan vaksin di Pasar Tanah Abang ini, masih bisa menerima vaksin.

"Yang tidak terdaftar itu bisa datang dan daftar secara on site, termasuk kita sudah koordinasi ke lurah dan polsek pedagang kaki lima pun bisa mendaftar. Hari ini (red-kemarin) kami menyediakan 10.000 vaksin," ungkapnya.

Di sisi lain salah satu peserta yang menerima vaksinasi, Jay (65) yang masuk kategori lansia dalam vaksinasi di Pasar Tanah Abang. Ia mengaku menerima informasi terkait vaksinasi dari pengelola Pasar Tanah Abang. Dirinya pun sangat bergembira bisa menerima vaksinasi yang diberikan oleh Kemenkes.

"Saya ingin bebas dari ketakutan yang selama ini menyelimuti saya yaitu virus COVID-19, saya harus berdiam di rumah. Sebagai seorang lansia saya dilarang pergi ke mana-mana. Menurut saya ini adalah program paling terbaik yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakatnya," tutur Jay.

Sebagai informasi, Kemenkes juga akan melaksanakan vaksinasi tahap kedua yang akan dilaksanakan pada tanggal 22-24 Februari mendatang. Adapun vaksinasi tahap kedua akan dilaksanakan di 5 titik sekitar Pasar Tanah Abang yaitu PMTA (Pusat Metro Tanah Abang), Jembatan Blok A, JPM (Jembatan Penyeberangan Multiguna), Jatibaru, dan Ruko Auri.



Simak Video "Selain Lansia, Ini Kelompok Profesi Penerima Vaksin Tahap II "
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)