Sabtu, 20 Feb 2021 15:25 WIB

Kata Kemenkes soal Upaya Pencegahan COVID-19 di Lokasi Banjir

Vidya Pinandhita - detikHealth
Banjir tak kunjung surut, warga Perumahan Bumi Nasio Indah, Bekasi, pun mulai dievakuasi. Proses evakuasi menggunakan tali tambang. Sejumlah titik di Jabodetabek terkena bencana banjir. (Foto: Andi Saputra)
Jakarta -

Banjir kembali melanda sejumlah titik di Jabodetabek hari ini, Sabtu (20/2/2021). Seiring pandemi COVID-19, masyarakat di lokasi banjir diingatkan kembali untuk tetap mengupayakan pencegahan penularan virus.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyebutkan, belum ada laporan perihal lokasi dan pengungsian banjir menjadi klaster penyebaran COVID-19. Akan tetapi, protokol kesehatan tetap wajib dilakukan untuk mencegah risiko penularan.

"Tetap protokol kesehatan (prokes) ya. Terutama kalau nanti di tempat penampungan sementara ya," ujar dr Nadia saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/2/2021).

Menanggapi situasi yang sulit di sejumlah lokasi banjir, dr Nadia menyebutkan, yang penting 3M mencakup memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan harus tetap dijalankan.

Dalam kesempatan lainnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menjelaskan, musibah banjir seiring diberlakukannya PPKM Mikro adalah tantangan besar. Yang dikhawatirkan, tempat pengungsian tidak cukup untuk warga yang perlu mengungsi.

Ia mengingatkan, kelompok rentan perlu dipisahkan dengan kelompok muda di lokasi pengungsian mengantisipasi risiko penularan COVID-19.

"Strateginya, skemanya, pemisahan kelompok yang rentan dan yang usia muda. Kelompok rentan di sini adalah lansia, mereka yang punya komorbid, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui," ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (20/2/2021).



Simak Video "Sudah Kantongi EUA, Vaksin Sputnik Kapan Digunakan di Indonesia?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)