Minggu, 21 Feb 2021 05:55 WIB

Round Up

Diterpa Badai Kritik, Bagaimana Kelanjutan Vaksin Nusantara dr Terawan?

Achmad Reyhan Dwianto, Vidya Pinandhita - detikHealth
vaksin nusantara Vaksin Nusantara (Foto: Angling/detikHealth)

Klaim antibodi bertahan seumur hidup diragukan

Dalam sebuah pernyataan, peneliti Vaksin Nusantara menyebut antibodi yang dihasilkan akan bertahan seumur hidup sehingga penyuntikan cukup dilakukan sekali. Klaim ini diragukan mengingat proses uji klinis baru mencapai fase I.

"Mana buktinya?" tanya Prof Zubairi Djoerban.

"Data uji klinis fase duanya saja belum ada apalagi fase tiga. Jadi, jika mau bicara klaim, tentu harus dengan data. Harus dengan evidence based medicine," lanjutnya.

Menurut Prof Zubairi, vaksin COVID-19 lain yang sudah mendapat persetujuan untuk digunakan pun belum ada yang mengeluarkan klaim soal berapa lama antibodi akan bertahan. Masih butuh pengamatan lebih lanjut untuk menyimpulkan hal itu.

Kata BPOM soal kelanjutan Vaksin Nusantara

Saat ini, data hasil uji klinis fase 1 vaksin Nusantara masih dalam proses evaluasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepala BPOM Penny K Lukito pun belum bisa memastikan kapan hasil evaluasi tersebut dapat dikeluarkan.

"Kami baru menerima hasil uji klinik fase 1-nya, jadi masih dievaluasi oleh timnya direktur registrasi dari BPOM dengan tim ahli untuk kelayakan apakah bisa segera kita keluarkan protokol untuk uji fase 2-nya karena hasil dari fase 1-nya baru kami terima," ucap Penny, Jumat (19/2/2021).

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Potret Moeldoko Saat Disuntik Vaksin Nusantara oleh Terawan"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)