4 Fakta GERD, Penyakit Asam Lambung yang Kerap Dikira Maag

ADVERTISEMENT

4 Fakta GERD, Penyakit Asam Lambung yang Kerap Dikira Maag

Ardela Nabila - detikHealth
Senin, 22 Feb 2021 05:00 WIB
Gastroesophageal reflux disease GERD on a clinic desk.
GERD (Foto: iStock)

2. GERD bisa berkembang menjadi kanker kerongkongan?

Banyak yang masyarakat yang mengira bahwa GERD dapat berkembang menjadi kanker kerongkongan. Meski asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat menyebabkan iritasi dalam jangka panjang, GERD yang berkembang menjadi kanker hanya terjadi jika GERD tidak ditangani dengan benar. Persentase terjadinya pun kurang dari 1 persen.

"Bukti-bukti dari kedokteran sebenarnya ada. Tapi kalo GERD jangka panjang, ya. Kalau gak diobati dengan benar, nih, bisa jadi kanker. Tapi itu kecil sekali sebenarnya, di bawah 1 persen dan cukup jarang di Indonesia," jelasnya.

3. GERD adalah penyakit keturunan?

Mitos lain mengenai GERD adalah bahwa GERD merupakan penyakit keturunan. Menurut dr Rabbinu, terdapat penelitian yang menyatakan bahwa memang terdapat faktor genetik yang menyebabkan terjadinya GERD. Akan tetapi, perlu diingat bahwa faktor lain, seperti gaya hidup, juga memiliki peran yang penting terkait risiko GERD.

"Tidak besar sih kontribusinya, tapi ternyata ada dari penelitian bahwa ada faktor genetik. Jadi kalau ayah ibunya ada GERD, kita juga bisa kena," tutur dr Rabbinu.

4. GERD dapat menyebabkan kematian?

Banyak masyarakat yang sering salah mengira bahwa nyeri dada pada serangan jantung merupakan gejala GERD, sehingga mereka beranggapan bahwa GERD dapat menyebabkan kematian. Padahal faktanya, GERD tidak menyebabkan kematian.

"Gejala GERD itu kan asam lambung yang naik, artinya tidak menimbulkan kematian. Walaupun memang mengganggu aktivitas. Nah, ini suka saru, suka mirip, gejala GERD sama serangan jantung," pungkas dr Rabbinu.



Simak Video "Amankah Pengidap Asam Lambung Jalankan Puasa?"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT