Rabu, 24 Feb 2021 17:00 WIB

Viral Hiu Berwajah Manusia di NTT, Fenomena Pareidolia?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta -

Seorang nelayan di Rote Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak sengaja menangkap hiu berwajah unik. Dalam video yang viral, disebut-sebut wajahnya mirip manusia.

Kemiripan itu terletak pada mulut yang berada di sisi yang sama dengan kedua matanya. Ujung kepalanya, seperti hiu pada umumnya, mengerucut di bagian depan.

Sebenarnya, hampir tidak ada manusia berwajah demikian. Tetapi letak mata dan mulutnya, menurut persepsi banyak orang, dianggap lebih menyerupai wajah manusia dibanding wajah ikan.

Kecenderungan untuk melihat kemiripan suatu objek dengan wajah manusia mengingatkan pada fenomena pareidolia. Dikutip dari Livescience, pareidolia adalah fenomena psikologis yang membuat orang bisa melihat kemiripan suatu benda pada objek random.

Ikan manusiaPenampakan ikan berwajah manusia di China Foto: Mirror

Kemiripan dengan wajah manusia adalah bentuk paling umum dari fenomena ini. Salah satu yang cukup fenomenal adalah 'Face of Mars' yakni kemiripan dengan wajah manusia pada sebuah objek di permukaan Mars yang difoto oleh Viking 1 pada 1976.

Foto tersebut sebenarnya hanya gundukan biasa, tetapi ada beberapa bintik yang dipersepsikan mirip mata, hidung, dan mulut.

Contoh lain cukup banyak dijumpai dalam keseharian. Misalnya kamera CCTV yang difoto dari sudut tertentu hingga menyerupai wajah manusia. Sering pula beredar penampakan wajah manusia pada potongan buah atau sayuran.

Pareidolia twitter @facesPicsPareidolia twitter @facesPics Foto: twitter @facesPics

Seorang ilmuwan dari University of Toronto punya penjelasan tentang fenomena ini. Menurutnya, otak manusia punya mekanisme unik yang membuatnya mudah mengenali wajah.

"Temuan kami menunjukkan bahwa sangat umum orang-orang melihat hal tersebut, karena otak manusia terhubung secara unik untuk mengenali wajah, sehingga walaupun hanya ada sedikit petunjuk tentang fitur wajah (dari objek yang dilihat), otak secara otomatis menafsirkannya sebagai wajah," jelasnya, dikutip dari Dailymail.

Ilmuwan lain di NNT Communication Science Laboratory di Tokyo mengungkap bahwa suasana hati juga berpengaruh pada fenomena pareidolia. Untuk membuktikannya, mereka memperlihatkan titik-titik random yang ditorehkan pada selembar kertas.

Didapatkan bahwa relawan yang mendapat nilai tinggi dalam neurotisme dan sedang dalam suasana hati yang negatif, cenderung mendapati persepsi wajah pada titik-titik random tersebut.

(up/naf)