Kamis, 25 Feb 2021 05:30 WIB

Awas! Miss V Berdarah dan Tak Bisa Pipis Mungkin Saja Gejala Kanker Serviks

Vidya Pinandhita - detikHealth
Bincang Sehat Kanker Serviks bersama dr Noviyanti, SpOG Ilustrasi kanker serviks (Foto: 20detik)
Jakarta -

Kanker serviks disebut sebagai pembunuh nomor 1 wanita di Indonesia. Di Indonesia, diperkirakan 20 wanita meninggal setiap hari karena kanker serviks.

Dokter spesialis kebidananan dan kandungan dr Achmad Mediana, SpOG turut menyebutkan, kini semua wanita memiliki risiko terkena kanker serviks. Seiring perkembangan waktu, kini human papilloma virus (HPV) bisa menyerang semua wanita tanpa memandang usia dan gaya hidup.

"Perubahan siklus haid itu normal. Masalahnya, organ vaginal sering terpapar oleh lingkungan umum, pakaian dalam, dan sebagainya. Itulah yang bisa memaparkan virus HPV," terangnya dalam live streaming health talk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rabu (24/2/2021).

dr Achmad menyebutkan beberapa gejala kanker serviks yang umumnya bersifat progresif:

  • pendarahan pervaginaan
  • keputihan bercampur darah, berbau
  • nyeri panggul
  • tidak dapat buang air kecil.

Menurut dr Achmad, kanker serviks dahulu dipercaya hanya dialami oleh wanita muda yang sudah melahirkan berkali-kali, wanita hamil tua, perokok, narkoba, atau sering berganti-ganti pasangan seks. Namun kini, HPV ia sebut berada di mana-mana dan siap menyerang wanita mana pun yang tidak memiliki daya tahan.

"Sekarang sudah jauh bergeser. Semua wanita sekarang bisa kena terpapar virus HPV. Jadi kalau ditanya, ada di mana? Ya ada dimana-mana. Sama kayak ngejar-ngejar virus COVID-19 ada di mana. Ya sudah deh, sekarang bagaimana kita membangkitkan daya tahan tubuh supaya bagus. Mendesain bagaimana caranya untuk skrining," imbuhnya.

Ia sebutkan, ada 2 cara untuk mencegah risiko kanker serviks, yakni pencegahan primer dengan vaksinasi dan pencegahan sekunder menggunakan skrining Pap Smear sekali setiap tahun.

Ia berharap, vaksinasi kanker serviks untuk wanita bisa dijadikan program wajib. Pasalnya, vaksin ini tidak kalah penting dibanding jenis vaksin lainnya.

"Mudah-mudahan sekian tahun mendatang menjadi program wajib di Indonesia, vaksin HPV seperti polio dan segala macam," imbuhnya.



Simak Video "Kenali Gejala Dini Kanker Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)