Kamis, 25 Feb 2021 15:24 WIB

Wamenkes: 1.831 Nakes Terjangkit Corona, 17 Persen di Antaranya Gugur

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Jakarta -

Tak sedikit tenaga kesehatan (nakes) yang gugur sejak wabah COVID-19 merebak. Berdasarkan data tim mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) per 10 Februari, total 1.831 dokter yang terkonfirmasi positif Corona.

Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono Harbuwono menyebut perjuangan para nakes menjadi catatan sejarah pandemi Corona dalam dunia kedokteran. Menurutnya, banyaknya nakes yang gugur karena COVID-19 menandakan betapa beratnya perjuangan nakes.

"Dari 1.831 tersebut, itu teman-teman kita 17 persen di antaranya wafat, dan ini air mata kita susah habis," jelas Dante dalam webinar online Tim Mitigasi IDI, Kamis (25/2/2021).

"Mengingat teman-teman kita yang sudah wafat tersebut yang sudah melakukan segala daya upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien-pasien kita," lanjutnya.

Dante menyebut, upaya untuk memperjuangkan keselamatan nakes kini salah satunya dengan pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Adapun vaksinasi pada nakes total sasarannya sebanyak 1.468.764 di tahap pertama dan sudah ada 58,43 persen juga sudah mendapat vaksinasi dosis kedua.

Vaksinasi pada nakes, menurut Dante, bisa menurunkan angka kematian terkonfirmasi positif COVID-19. "Baik yang terkonfirmasi di rumah sakit maupun yang di pelayanan praktik sehari-hari," bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IDI Daeng M Faqih juga menilai kondisi nakes saat ini cukup darurat. Terlebih belum ada gambaran kapan pandemi COVID-19 akan berakhir.

Maka dari itu, menurutnya, perlindungan yang maksimal pada nakes perlu diperhatikan.

"Boleh dikata kondisi ini adalah kondisi emergency bagi kawan-kawan nakes yang melakukan pelayanan bagi pasien COVID-19. Oleh karena itu upaya untuk memberikan perlindungan yang maksimal pada kawan-kawan nakes adalah hal yang sangat kita perlukan ke depan," bebernya.

"Karena rasanya COVID-19, pandemi ini belum kita ketahui kapan akan berakhir," pungkasnya.



Simak Video "WHO Tak Henti Keluarkan Peringatan soal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)