Jumat, 26 Feb 2021 16:05 WIB

Mengenal Vaksin COVID-19 Sinopharm yang Direncanakan untuk Program Mandiri

Firdaus Anwar - detikHealth
China memamerkan vaksin Corona untuk pertama kali di China International Fair for Trade in Services. Kandidat vaksin Corona yang dipamerkan merupakan produksi perusahaan China Sinovac Biotech dan Sinopharm. Vaksin COVID-19 Sinopharm rencananya akan dipakai untuk program 'vaksin gotong royong'. (Foto: AP/Mark Schiefelbein)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah sudah memesan 30 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinopharm. Vaksin ini rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi mandiri atau disebut juga 'vaksin gotong royong'.

"Presiden respon cepat dan saya diperintahkan presiden dan yang paling dekat itu China. Kami sudah engage dengan Sinopharm," kata Luhut dalam acara Economic Outlook 2021 di CNBC Indonesia TV, Kamis (25/2/2021).

"Jadi kami akan alokasikan untuk yang mandiri, tadinya tahap pertama 100 ribu, 5 juta, dan 15 juta. Dan saya bilang bisa nggak 15 juta dan 30 juta, dan mereka bilang oke brother, saya lihat apa yang bisa saya buat. Tapi yang pasti angka itu bisa ditingkatkan," jelasnya.

Vaksin Sinopharm diketahui berjenis inactivated vaccine. Lebih lengkap, berikut fakta-fakta vaksin ini seperti dikutip detikcom dari berbagai sumber:

1. Inactivated vaccine

Vaksin COVID-19 Sinopharm merupakan vaksin berplatform inactivated, artinya dibuat dengan menggunakan virus yang sudah dilemahkan atau 'dimatikan'. Metode yang sama juga digunakan Sinovac dan Bio Farma untuk membuat vaksin COVID-19.

2. Efikasi 72 persen

Institut penelitian Sinopharm di Wuhan, China, menyebut vaksinnya memiliki nilai efikasi sampai 72,51 persen dalam uji klinis fase tiga. Pengujian dilakukan di berbagai negara, salah satunya di Uni Emirat Arab sejak tanggal 16 Juli 2020 silam.

3. Efek samping

Laporan di jurnal JAMA pada 13 Agustus 2020 menyebut efek samping vaksin COVID-19 Sinopharm bersifat ringan. Hal ini diketahui berdasarkan analisis data interim uji klinis fase dua.

"Efek samping yang paling umum adalah nyeri di lokasi penyuntikan, diikuti dengan demam ringan yang sembuh sendiri. Tidak ada efek samping serius yang ditemukan," tulis peneliti seperti dikutip dari jurnal.

4. Harga

Dikutip dari Global Times, Sinopharm diketahui memasang harga 200 yuan untuk satu dosis vaksinnya pada pemerintah China. Ini artinya satu dosis vaksin COVID-19 Sinopharm bisa berharga sekitar 441.000 rupiah.



Simak Video "Sekitar 6.600 Perusahaan Sudah Daftar Vaksinasi Gotong Royong"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)