Sabtu, 27 Feb 2021 18:36 WIB

5 Fakta Vaksin COVID-19 Moderna yang Bakal Masuk Vaksinasi Gotong Royong

Vidya Pinandhita - detikHealth
FILE - In this July 27, 2020, file photo, a nurse prepares a shot as a study of a possible COVID-19 vaccine, developed by the National Institutes of Health and Moderna Inc., gets underway in Binghamton, N.Y. The U.S. is poised to give the green light as early as Friday, Dec. 18, to a second COVID-19 vaccine, a critical new weapon against the surging coronavirus. Doses of the vaccine developed by Moderna Inc. and the National Institutes of Health will give a much-needed boost to supplies as the biggest vaccination effort in the nation’s history continues. (AP Photo/Hans Pennink, File) (Foto: AP Photo/Hans Pennink, File)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru saja menerbitkan aturan yang membuka jalur vaksinasi gotong royong atau vaksinasi mandiri. Disebutkan, jenis vaksin yang dipakai dalam vaksinasi gotong royong harus berbeda dengan vaksinasi program.

Salah satu vaksin yang disebut-sebut akan dipakai dalam vaksinasi gotong royong adalah vaksin Moderna. Vaksin buatan Amerika Serikat ini menggunakan platform mRNA, serupa dengan vaksin buatan Pfizer.

Berkat kemudahan penyimpanannya, vaksin Moderna disebut-sebut lebih unggul daripada jenis vaksin lain, terutama dibanding Pfizer. Lantas, seperti apa sebenarnya vaksin Moderna?

Berikut fakta-faktanya:

1. Nama vaksin

Dikutip dari CNN, vaksin yang dikembangkan Moderna memiliki nama resmi mRNA-1273. Produk ini dibuat oleh perusahaan bioteknologi Moderna asal Cambridge, Massachusetts.

Bersama para peneliti dari National Institute of Health (NIH), perusahaan ini juga mengembangkan vaksin untuk virus Corona lainnya, penyebab Middle Eastern Respiratory Syndrome (MERS).

2. Teknologi yang digunakan

Pengembangan mRNA-1273 dibantu oleh National Institute of Allergy and Infectious Disease. Sedangkan bantuan produksi ditopang oleh Biomedical Advance Research and Development Authority (BARDA), Amerika Serikat.

Sama seperti Pfizer, Moderna menggunakan platform messenger RNA (mRNA). Teknologi ini terbilang baru, belum pernah dipakai pada vaksin apapun sebelumnya.

3. Cara kerja

Vaksin mRNA adalah resep genetik yang memproduksi "spike" atau "paku" pada virus Corona. Setelah disuntikan, sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap "spike" tersebut.

Pada orang yang sudah disuntik Moderna, antibodi akan mampu menyerang "spike" yang menempel di virus tersebut.

4. Efikasi dan keamanan

Berdasarkan uji klinisnya, Moderna disebut memiliki tingkat efikasi hingga 94,1 persen, dalam waktu minimal 14 hari setelah penyuntikan dosis ke-2. Angka ini sudah dilaporkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

5. Kelebihan dibanding Pfizer

Moderna memang disebut memiliki kemiripan dengan Pfizer, antara lain disebabkan basis teknologi yang sama dan tingkat efikasi yang hampir mendekati 95 persen.

Akan tetapi, penyimpanan Moderna diyakini lebih 'fleksibel' dibandingkan Pfizer. Jika vaksin Pfizer membutuhkan 'cold chain' dengan freezer khusus ultra dingin, vaksin Moderna disebut bisa disimpan di freezer rumah dengan suhu minus 20 derajat celcius.

Bahkan, vaksin Moderna bisa disimpan di freezer lemari es biasa selama 30 hari sebelum kedaluwarsa.



Simak Video "Harga Vaksin COVID-19 Moderna Berkisar Rp 350 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)