Minggu, 28 Feb 2021 05:30 WIB

Long Covid Bisa Bertahan 9 Bulan, Ini Gejalanya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Sebuah penelitian baru menunjukkan sebagian pasien COVID-19 masih mengalami gejala jangka panjang atau long Covid. Para peneliti dari University of Washington ini menemukan bahwa sebanyak 30 persen pasien melaporkan masih mengalami gejala COVID-19 selama sembilan bulan.

"Orang-orang melaporkan kelelahan, sesak napas, gangguan tidur, dan gejala lain yang berlangsung selama berbulan-bulan," kata pakar penyakit menular di Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci yang dikutip dari CNBC, Sabtu (27/2/2021).

Para peneliti mengatakan long Covid yang sekarang disebut Post-Acute Sequelae of COVID-19 (PASC) ini bisa berkembang setelah infeksi terjadi. Tingkat keparahannya bisa dari ringan hingga akut.

"Besarnya masalah (tingkat keparahan) belum sepenuhnya diketahui," ujar Dr Fauci.

Sejauh ini, penelitian terkait perbedaan gejala umum dan long Covid, serta lama gejala bisa bertahan masih sangat terbatas. Penelitian yang ada saat ini masih berfokus pada pasien COVID-19 yang memiliki kondisi parah.

Untuk menggali lebih dalam terkait long Covid ini, Fauci mengatakan The National Institutes of Health (NIH) berinisiatif untuk mempelajari penyebab dan pengobatan yang potensial untuk mengatasinya.



Simak Video "Gejala Long Covid Jadi Perhatian WHO dan Para Ahli Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)