Minggu, 28 Feb 2021 10:50 WIB

Ini Alasan Menkes Pakai Sinovac Cs untuk Vaksinasi Program

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ratusan tenaga pendidik menjalani vaksinasi COVID-19 hari ini. Vaksinasi itu dilakukan agar sekolah bisa memulai belajar tatap muka pada tahun ajaran baru. Vaksin COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Salah satu ketentuan vaksinasi mandiri atau gotong royong adalah menggunakan jenis vaksin di luar 4 vaksin yang dipakai dalam vaksinasi program. Apa alasan pemerintah memilih 4 vaksin tersebut?

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, empat vaksin yang dipakai dalam vaksinasi program adalah Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavac. Menurutnya, pertimbangan utamanya adalah masalah akses.

"Masalah suplainya. Vaksin ini seluruh dunia rebutan. Temen-temen tahu banyak negara Asean belum dapet. Australia mungkin baru mulai vaksinasi. Jepang saja baru mulai. Tetangga-tetangga kita banyak yang belum mulai," kata Menkes Budi.

"Kita beruntung kita bisa dapat duluan," lanjutnya, Minggu (28/2/2021).

Menkes Budi mengingatkan, setiap hari terdapat 300 kasus kematian akibat COVID-19. Itu artinya, dalam sebulan ada 9 ribu kematian, dan dalam setahun ada 108 ribu kematian.

Karenanya, pemerintah memprioritaskan pemakaian jenis vaksin COVID-19 yang lebih dulu tersedia.

"Selama dia sudah lulus WHO, sudah lulus BPOM, apapun mereknya, pakai saja. Makin cepet, makin baik," tegas Menkes Budi.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)