Kamis, 04 Mar 2021 10:36 WIB

Varian COVID-19 P1 Jadi Penyebab 25-61 Persen Kasus Reinfeksi di Brasil

Firdaus Anwar - detikHealth
Otoritas Brasil melaporkan bahwa total kasus virus Corona (COVID-19) di wilayahnya saat ini telah menembus angka 2 juta kasus. Varian Corona P1 disebut jadi penyebab kasus reinfeksi di Brasil. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Kemunculan berbagai varian baru COVID-19 bisa menjadi tantangan bagi dunia dalam menghadapi pandemi. Setidaknya ada tiga varian yang kini jadi perhatian para peneliti yaitu B117 yang berasal dari Inggris, B1351 di Afrika Selatan, dan yang terbaru P1 di Brasil.

Studi oleh peneliti menemukan bahwa varian P1 jadi penyebab gelombang kedua COVID-19 di kota Manaus. Pasalnya varian ini bersifat lebih mudah menular dan bisa menghindari imunitas yang dimiliki para penyintas sehingga menyebabkan kasus reinfeksi.

Hal ini diketahui setelah peneliti menggabungkan data genom, antibodi, dan rekam medis dari pasien di Manaus. Peneliti memprediksi dari 100 penyintas yang sebelumnya terinfeksi COVID-19 tahun lalu, 25 sampai 61 di antaranya kembali terinfeksi varian P1.

"Sejauh ini temuan hanya di Manaus, saya belum tahu apakah hal yang sama berlaku juga di tempat lain," ungkap salah satu peneliti Imperial College London, Nuno Faria, seperti dikutip dari New York Times pada Kamis (4/3/2021).

Hingga saat ini P1 diketahui teridentifikasi di Brasil dan 24 negara lain. Faria menyebut ini artinya dunia harus semakin ketat menerapkan upaya-upaya pencegahan. Protokol kesehatan tetap jadi cara utama menekan virus dan vaksinasi bisa melindungi kelompok berisiko dari kasus infeksi parah.

"Pesan utamanya adalah Anda harus lebih meningkatkan lagi usaha vaksinasi secepatnya... Anda harus berada satu langkah di depan dari virus," pungkas Faria.



Simak Video "Update Terkini soal Mutasi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)