Kamis, 04 Mar 2021 13:30 WIB

Rapid Antigen Sudah Masuk Laporan Harian COVID-19 RI, Tracing Mulai Ngegas?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Rapid antigen sudah masuk laporan Corona harian per Rabu (3/3/2021). Dalam data Corona harian yang diterima dari Satgas COVID-19 per kemarin, ada 1.471 orang yang dites Corona rapid antigen.

Aturan rapid antigen menjadi diagnostik konfirmasi positif COVID-19 untuk skrining ditetapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin per 8 Februari 2021 lalu. Aturan penggunaan tertuang di Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/446/2021 tentang Penggunaan Rapid Diagnostic Test Antigen dalam Pemeriksaan Corona Virus Disease 2019.

Menanggapi laporan rapid antigen yang baru masuk Corona harian, Anggota Bidang Tracking Satgas Penanganan COVID-19 Masdalina Pane menyebut hal tersebut merupakan sistem baru.

"Regulasinya (iya Februari). Tapi sistemnya baru fix saat ini," jelas Pane melalui pesan singkat kepada detikcom Kamis (4/3/2021).

Lebih lanjut, Pane mengingatkan rapid antigen sebagai diagnostik COVID-19 bukan menjadi standar utama. Rapid antigen hanya digunakan bagi sejumlah wilayah yang kesulitan dalam kapasitas mesin PCR.

"Bukan untuk semua wilayah," tegas Pane.

Penggunaan rapid antigen untuk diagnostik untuk memperluas tracing dalam penelusuran kontak erat lebih banyak, termasuk pada orang tanpa gejala. Diharapkan bisa mencapai sasaran ideal, yaitu 30 orang.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr Siti Nadia Tarmizi beberapa waktu lalu menyebut jika hasil rapid test antigen menunjukkan hasil negatif, perlu pemeriksaan lebih lanjut, baik dengan rapid test antigen kembali ataupun PCR.

Bagi beberapa daerah yang sulit mengakses pemeriksaan RT PCR, bisa melanjutkan test dengan rapid test antigen. Namun, mereka yang tak kesulitan mengakses RT PCR, diwajibkan melakukan pemeriksaan lanjut dengan alat tersebut.

"Maka konfirmasi (rapid test antigen bila negatif) harus dilakukan dengan mengulang pemeriksaan antigen dalam kurun waktu kurang dari 24 jam," kata Nadia beberapa waktu lalu.



Simak Video "Melihat Proses Rapid Test Antigen yang Jadi Syarat Bepergian"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)