Jumat, 05 Mar 2021 17:17 WIB

Curhat Pasien COVID-19 Rasanya Jadi Instruktur Senam Dadakan di Wisma Atlet

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Kini isolasi mandiri di DKI Jakarta dianjurkan tidak boleh dilakukan di rumah, telah disediakan tempat khusus seperti salah satunya Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Wisma Atlet. (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Seorang penyintas COVID-19, Anton Heriyanto, membagikan pengalamannya selama dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet. Kala itu, ia sempat diminta untuk menjadi instruktur senam di Wisma Atlet.

Anton bercerita, ia mulai dirawat di Wisma Atlet pada tanggal 25 Desember 2020. Pada dua hari pertama, ia masih kesulitan untuk beraktivitas karena gejala COVID-19 yang dialaminya.

"Dalam dua hari pertama saya masih down, masih mengalami gejala-gejalanya yang belum bisa melakukan aktivitas seperti jogging dan lain-lain. Jadi hanya melihat dari kaca saja teman yang ada di bawah," kata Anton dalam siaran BNPB, Jumat (5/3/2021).

Kemudian, pada hari ketiga ia bersama teman-temannya berinisiatif untuk mengadakan senam bagi para pasien COVID-19 di Wisma Atlet. Anton mengaku, sebenarnya ini bukanlah pertama kalinya kegiatan senam dilakukan di Wisma Atlet, namun pada saat itu belum ada instruktur senamnya.

"Saya dibantu sama teman-teman TNI sama tim cobra juga, waktu itu kita di tower 6 lantai 16. Waktu itu cuman ada 15 orang di lantai tersebut kita senam," ujarnya.

"Akhirnya permintaan tim cobra harus turun ke bawah. Sebenarnya saya masih deg-degan, karena saya bukan personal trainer, saya bukan guru senam, tapi saya member (senam)," lanjutnya.

Anton merasa gugup dan gemetar saat diminta untuk menjadi instruktur senam di Wisma Atlet. Namun, ia mencoba memberanikan diri dan sedikit belajar beberapa gerakan senam dari video di internet.

"Sebelum saya terjun ke lapangan, saya takut nanti orang tidak puas dengan yang saya lakukan, malamnya saya sedikit buka YouTube dulu," ucap Anton.

"Saya lihat beberapa gerakan, karena saya punya basic zumba dan aerobik, akhirnya saya turunlah. Pada hari pertama antusiasnya luar biasa, hampir semuanya turun ke bawah," tambahnya,

Melihat antusias dari para pasien COVID-19 di Wisma Atlet, Anton mengaku sangat bahagia karena bisa memberikan rasa semangat dan dorongan untuk sembuh. Anton mengatakan, kala itu ia dirawat cukup lama di Wisma Atlet, yakni selama 42 hari.

"Dan itu menjadi motivasi buat saya memberikan aura positif untuk pejuang negatif (COVID-19)," ungkapnya.



Simak Video "Selain Penyintas COVID-19, Perawat dan Jurnalis Juga Rentan PTSD"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)