Senin, 08 Mar 2021 10:18 WIB

COVID-19 Disebut Sangat Mungkin Jadi Endemik di RI, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
COVID-19 named by WHO for Novel coronavirus NCP concept. Doctor or lab technician in PPE suit holding blood sample with novel (new) coronavirus  in Wuhan, Hubei Province, China, medical and healthcare Ilustrasi COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn)

Endemik

Menurut pakar penyakit menular Dr Pritish Tosh dari Mayo Clinic, penyakit endemik ini hanya terjadi di beberapa wilayah dalam rentang waktu tertentu.

"Dalam istilah epidemiologi, wabah mengacu pada sejumlah kasus yang melebihi apa yang diharapkan. Pandemi adalah ketika ada wabah yang menyerang sebagian besar dunia. Kami menggunakan istilah endemik ketika ada infeksi dalam lokasi geografis yang ada selamanya," kata Dr Tosh.

"Ketika kita berbicara tentang infeksi endemik, kita berbicara tentang virus, bakteri dan patogen yang ada di dalam suatu lokasi geografis," lanjutnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Departemen Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono menegaskan COVID-19 ini mungkin saja menjadi endemik. Menurutnya, penyakit umumnya memang akan menjadi endemik dahulu dan tidak mungkin langsung benar-benar hilang.

"Penyakit itu kalau tadinya pandemi, nggak mungkin bisa langsung hilang, jadi akan endemik dulu kemudian menjadi poradis abis itu hilang," jelas Miko saat dihubungi detikcom.

"Semua penyakit yang sudah menjadi pandemi akan turun ke endemik, kemudian nggak bisa kemudian hilang begitu saja, kecuali kalau vaksinasinya 100 persen. Efikasinya 100 persen," imbuhnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Pandemi Bisa Dikendalikan dengan Batasi dan Karantina Pendatang"
[Gambas:Video 20detik]

(sao/naf)