Senin, 08 Mar 2021 16:09 WIB

'Di-ghosting' Vaksin Nusantara, UGM Pilih Mundur dari Tim Riset

Pradito Rida Pertana - detikHealth
vaksin nusantara Riset Vaksin Nusantara (Foto: Angling/detikHealth)
Yogyakarta -

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM mengajukan pengunduran diri dari tim penelitian uji klinis vaksin nusantara, vaksin sel dendritik SARS-Cov-2 yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Pasalnya tim UGM merasa tidak diberi tahu secara detail terkait penelitian vaksin tersebut.

Wakil Dekan FKKMK UGM Bidang Penelitian dan Pengembangan, dr Yodi Mahendradhata mengatakan, pihaknya telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Menteri Kesehatan. Dalam surat tersebut menyebutkan alasan pengunduran diri FK-KMK UGM karena para peneliti sejauh ini tidak dilibatkan dalam proses uji klinis, termasuk dalam penyusunan protokol penelitian vaksin nusantara.

"Belum ada keterlibatan sama sekali. Kita baru tahu saat itu muncul di media massa bahwa itu dikembangkan di Semarang kemudian disebutkan dalam pengembangannya melibatkan tim dari UGM," katanya melalui keterangan tertulis dari Humas UGM, Senin (8/3/2021).

Dia melanjutkan, bahwa awalnya sejumlah peneliti UGM sempat menerima komunikasi informal terkait rencana pengembangan vaksin di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan, dan menyatakan bersedia mendukung penelitian yang akan dilakukan.

Meski demikian, setelah itu tidak terdapat komunikasi lebih lanjut terkait penelitian vaksin nusantara. Para peneliti bahkan tidak mengetahui bahwa Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor HK 01.07/MENKES/11176/2020 yang mencantumkan nama mereka beserta posisi yang mereka duduki dalam tim ini.

"Waktu itu belum ada detail ini vaksinnya seperti apa, namanya saja kita tidak tahu. Hanya waktu itu diminta untuk membantu, ya kami di UGM jika ada permintaan dari pemerintah seperti itu kami berinisiatif untuk membantu," ucapnya.

Oleh karena itu, para peneliti merasa keberatan karena tidak pernah dilibatkan dalam seluruh proses penelitian, bahkan sama sekali belum pernah melihat protokol uji klinis. Karenanya mereka juga tidak dapat memberikan komentar apa pun terkait vaksin yang dimaksud beserta proses penelitiannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]