Senin, 08 Mar 2021 16:31 WIB

Sudah Adakah 'Varian Raja' Corona B1351 di Indonesia? Ini Jawab Satgas

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
enlarged coronavirus, covid-19 under the flag of South Africa. Pandemic of respiratory disease. 3D rendering Tanggapan Satgas COVID-19 soal varian baru Corona B1351. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Gilnature)
Jakarta -

Sejak Selasa (2/3/2021) lalu, otoritas Filipina sudah mendeteksi sebanyak 52 kasus varian baru virus Corona yang digambarkan ilmuwan seperti 'varian raja'. Varian B1351 ini pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan Oktober lalu.

Dikutip dari Channel News Asia, Kementerian Kesehatan Filipina mengumumkan sebagian besar sekitar 41 kasus terdeteksi di Manila. Sementara yang lainnya masih diverifikasi.

Lalu, apakah 'varian raja' tersebut sudah masuk ke Indonesia?

Menanggapi hal ini, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan varian baru Corona pasti bisa saja menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tetapi, untuk mencegahnya terjadi regulasi untuk orang-orang yang akan masuk ke Indonesia akan terus diperketat.

"Jika bertanya soal varian yang menyebar di dunia, saya pikir itu tidak dapat dipungkiri bahwa semua varian itu bisa menyebar di mana saja di dunia, termasuk Indonesia dan semua negara di Asia," kata Prof Wiku dalam siaran pers di YouTube BNPB, Senin (8/3/2021).

"Untuk itu, Indonesia memperketat regulasi untuk orang-orang yang masuk ke Indonesia untuk melakukan tes dan tes ulang COVID-19 dan juga wajib melakukan karantina," lanjutnya.

Selain itu, Prof Wiku juga menegaskan hingga kini belum ada bukti bahwa varian baru Corona bisa mengganggu efektivitas vaksin COVID-19.

"Hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa varian baru yang menyebabkan vaksin Sinovac kurang efektif. Para peneliti di dunia pun masih terus mempelajari dan memastikan apakah mutasi bisa mempengaruhi vaksin," ujar Prof Wiku.

"Jika Indonesia menemukan bukti tersebut, pasti akan langsung diinformasikan kepada publik," pungkasnya.



Simak Video "Selain B117, Varian Corona B1351 dari Afsel Juga Perlu Diwaspadai"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)