Selasa, 09 Mar 2021 08:35 WIB

Ada 6 Kasus, Begini Cara Penyebaran Corona B117 dan Alasan Lebih Cepat Menular

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Yellow SARS-CoV-2 lineage B.1.1.7 mutation virus tape barrier beyond a quarantine point. Perkembangan kasus Corona B117 di Indonesia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/serts)
Jakarta -

Sudah ada 6 kasus Corona B117 yang ditemukan di Indonesia. Dua kasus Corona B117 pertama dilaporkan Selasa (2/3/2021) yaitu pekerja migran Indonesia yang baru pulang dari Arab Saudi.

Keduanya berada di Karawang usai sempat isolasi dan akhirnya negatif COVID-19. Beberapa hari berselang, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan temuan empat kasus baru Corona B117.

Tersebar di empat provinsi, satu kasus di Palembang, Sumatera Selatan, diidentifikasi pada 11 Januari. Satu kasus di Kalimantan Selatan ditemukan pada 6 Januari, kasus lainnya di Kalimantan Timur, Balikpapan, ada di 12 Februari, dan kasus terakhir ditemukan di Medan, Sumatera Utara, di 28 Januari.

"Keempatnya ini sudah tes positif genome sequencing-nya positif strain baru dari UK. Tapi mereka sudah sembuh dan sudah keluar," kata Menkes Budi.

Bagaimana cara penyebaran Corona B117?

Dalam kesempatan terpisah, dokter spesialis penyakit dalam dr Kathi Swaputri SpPD Primaya Hospital Bekasi Utara menyebut cara penyebaran Corona B117 hingga saat ini sama seperti jenis varian sebelumnya.

  • Menghirup percikan ludah atau droplet dari pasien saat batuk atau bersin.
  • Kontak erat dengan orang yang sudah terinfeksi (bersentuhan, berjabat tangan, dan berbicara dengan jarak dekat tanpa menggunakan masker).
  • Kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi virus Corona dan menyentuh area hidung, mata, dan mulut tanpa cuci tangan dengan sabun terlebih dahulu.

dr Kathi menjelaskan varian Corona B117 sudah menyebar ke setidak nya 37 negara termasuk Florida, California, dan Colorado.

"Dengan semakin tidak terkontrolnya COVID-19, maka akan ada kecenderungan virus tersebut bermutasi," ujar dr Kathi.

Mengapa sih Corona B117 lebih cepat menular?

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyebut mutasi terjadi pada bagian spike virus. Hal ini mempermudah virus untuk masuk lebih cepat ke sel manusia.

"Kita melihat bahwa mutasi ini karena terjadi dari bagian spike virus tadi yang menyebabkan virus tadi menjadi lebih mudah masuk ke dalam sel sasaran sehingga penularannya menjadi lebih cepat dibandingkan dengan varian yang lama," kata dr Nadia.

Namun, ia kembali menegaskan belum ada bukti varian Corona B117 lebih ganas ataupun memicu angka kematian yang tinggi.



Simak Video "Tips Melindungi Diri dari Virus Corona B117"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)