Rabu, 10 Mar 2021 14:50 WIB

IDI Sebut 3 Syarat Bila Otoritas Ingin Mulai Longgarkan PPKM

Firdaus Anwar - detikHealth
Pelaksanaan PPKM Mikro di Ponorogo PPKM di beberapa daerah masih berlanjut. (Foto: Charolin Pebrianti)
Jakarta -

Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah mulai melonggar. Sebagai contoh di DKI Jakarta tempat rekreasi mulai dibuka, sementara di Bali jam operasional pelaku usaha restoran, warung, mal, dan sejenisnya kini bisa sampai jam 10 malam.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng M Faqih, menjelaskan bahwa saat ini COVID-19 sudah menyebar luas di hampir seluruh daerah Indonesia. Apa yang kini bisa dilakukan adalah menekan angka kematian dengan menargetkan kelompok berisiko.

"Harus ada strategi menjaga kesehatan sebaik mungkin pada penyandang komorbid. Karena berisiko komorbid ini kalau tidak kontrol, daya tahan tubuh tidak bagus, kalau dia sakit akan gampang perburukan," kata dr Daeng dalam konferensi pers refleksi satu tahun pandemi COVID-19 PB IDI, Rabu (10/3/2021).

dr Daeng juga menyebut pemerintah atau instansi terkait harus memastikan juga sudah siap dengan langkah protokol kesehatan ekstra sebelum dilakukan pelonggaran. Protokol yang dimaksud adalah memastikan bahwa warga benar-benar memakai masker dengan baik dan udara di dalam ruangan dibersihkan secara rutin.

Upaya memastikan kebersihan udara ini penting dilakukan sebelum membuka kembali sekolah, mal, kantor, atau tempat-tempat lain yang banyak orang beraktivitas di ruangan tertutup.

"Harus punya komitmen itu. Menyediakan pembersih udara di tempat itu karena kalau tidak selamanya kita berisiko menghirup aerosol yang mengandung virus," kata dr Daeng.

"Kalau mau mendorong menyeimbangkan dengan perekonomian yang baik, tetap beraktivitas adaptasi kebiasaan yang baru, Tiga ini harus dipastikan jalan dulu," pungkasnya.



Simak Video "Angka Infeksi Covid-19 Merosot Drastis, Satgas: Perjuangan Rakyat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)