Senin, 15 Mar 2021 18:34 WIB

Update RSDC Wisma Atlet: Tingkat Hunian Turun, Kini di Angka 47,58 Persen

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Foto aerial suasana Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Kamis (28/1/2021). Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberi kesempatan atau mengizinkan semua rumah sakit di Indonesia termasuk rumah sakit swasta jika memiliki fasilitas penanganan COVID-19 untuk memberikan layanan kepada pasien COVID-19 dengan tata cara penanganan sesuai SOP yang berlaku. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Per Senin (15/3/2021), tingkat hunian pasien Corona di RS Darurat Corona Wisma Atlet mengalami penurunan. Laporan tersebut disampaikan oleh Letkol Laut(K) drg M Arifin, SpOrt, selaku komandan lapangan RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet.

drg Arifin mengatakan penurunan yang lumayan drastis ini terjadi selama dua minggu terakhir setelah peningkatan kasus saat libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) yang lalu.

"Dua minggu terakhir ini memang terjadi penurunan yang lumayan drastis ya. Artinya, memang dimulai dari habis libur Nataru waktu itu memang sempat hampir 90 persen ya," jelas drg Arifin dalam konferensi pers BNPB, Senin (15/3/2021).

"Kemudian, hari ini terhitung tanggal 15 Maret 2021 pukul 06.06 WIB tadi, persentase hunian di angka 47,58 persen. Jadi kondisi Wisma Atlet saat ini memang sedang melandai," lanjutnya.

drg Arifin menyebut angka tingkat hunian saat ini menjadi kabar yang menggembirakan dan berharap akan terus turun. Ia mengklaim kemungkinan penurunan ini adalah dampak dari program-program yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19.

Menurutnya berbagai program yang dilakukan pemerintah saat ini, termasuk PPKM mikro, yang tengah berjalan memang efektif mengatasi pandemi.

"Dan kalau itu bisa dilaksanakan dengan baik di seluruh Indonesia, saya yakin itu bisa mengendalikan dengan ketat angka konfirmasi positif (COVID-19)," pungkasnya.



Simak Video "Cerita Pilu Pakar Smart City Kesulitan Cari Bantuan RS saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)