Rabu, 17 Mar 2021 17:30 WIB

Viral Mahasiswi Kena Piriformis Syndrome, Begini Cara Mencegahnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
viral tiktok Viral mahasiswi mengidap piriformis syndrome. (Foto: Tangkapan Layar Viral)
Jakarta -

Piriformis syndrome mendadak viral usai heboh curhatan mahasiswi di TikTok mengeluhkan kondisi ini. Adalah Anisa, asal Makassar yang mengaku divonis mengidap piriformis syndrome lantaran terlalu lama duduk saat kuliah online, sampai 15 jam sehari.

"Pada sekitar bulan Juni saya sudah merasakan agak sakit pada saat duduk. Pertama rasa sakitnya itu muncul di bawah lutut, lama kelamaan saya merasa sakit pada saat saya duduk, di bagian bokong," kata Anisa, seorang mahasiswi di Makassar, saat dihubungi detikcom, Selasa (16/3/2021).

Meski mengidap piriformis syndrome, dirinya tetap harus melanjutkan kuliah online. Dokter yang menangani Anisa berpesan jika rasa sakit muncul, bisa dikompres dengan air hangat lebih dulu dan melakukan peregangan.

Dihubungi terpisah, dr Bobby Nelwan SpOT(K) dari RS Royal Progress Sunter Jakarta Utara menjelaskan ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah piriformis syndrome. Terlebih saat duduk dengan intensitas terlalu lama.

Baca juga: Mengenal Piriformis Syndrome, Viral Diidap Mahasiswi Gara-gara Kuliah Online

1. Menghindari alas duduk yang keras

Menurut dr Bobby, penting untuk selalu memastikan alat tempat duduk senyaman mungkin. Menghindari alas duduk berbahan keras demi meminimalisir kemungkinan tekanan pada saraf.

"Alasnya harus lembut supaya dia bisa mengurangi tekanan pada daerah piriformis sehingga sarafnya tidak tertekan," bebernya.

2. Batasi lama waktu duduk

Selain alas tempat duduk, batasan waktu duduk juga penting diperhatikan. Sebisa mungkin setelah duduk selama 20 menit, melakukan peregangan terlebih dahulu agar mencegah risiko terkena piriformis syndrome.

"Memperhatikan waktu nggak boleh dari 20 menit," kata dr Bobby.

Bagaimana cara membedakan nyeri karena piriformis syndrome?

dr Bobby menyebut nyeri karena piriformis syndrome intens terjadi di daerah bokong. Selalu muncul di daerah tersebut, hingga kemudian mulai menjalar ke daerah lain.

Perlu waspada jika intensitas nyeri di daerah bokong tak kunjung berhenti. Sekali lagi, segera melakukan peregangan dan memposisikan tubuh tidak dalam kondisi duduk agar piriformis tak terus tertekan.

"Di daerah bokong, nyeri daerah bokong, pegal di daerah bokong, nyerinya sampai ke paha," kata dr Bobby.

"Karena sifatnya dia saraf, kalau saraf itu sifatnya menjalar, nyerinya menjalar, nggak berhenti-berhenti, kalau dipakai duduk terus ya sakit terus," pungkasnya.



Simak Video "Benarkah Mandi Harus Mulai dari Kaki ke Atas agar Tak Kena Stroke?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)