ADVERTISEMENT

Sabtu, 20 Mar 2021 17:13 WIB

Lika-Liku Vaksin AstraZeneca di Indonesia, Ini 5 Faktanya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Corona AstraZeneca sudah tiba di Indonesia, berikut sejumlah negara yang sudah memakainya. Vaksin AstraZeneca. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Corona buatan AstraZeneca didatangkan Indonesia. Namun, vaksin ini harus melewati berbagai proses pemeriksaan terlebih dahulu agar bisa digunakan.

Terlebih vaksin ini juga sempat diterpa isu miring tentang kasus pembekuan darah, yang membuatnya ditangguhkan di 15 negara Eropa.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun langsung bergerak cepat untuk memastikan keamanan dari vaksin tersebut. Berikut fakta-fakta vaksin AstraZeneca di Indonesia, yang telah dirangkum detikcom.

1. Sudah mendapat izin dari BPOM-MUI

Setelah melalui berbagai rangkaian evaluasi, vaksin AstraZeneca kembali mendapatkan 'restu' dari BPOM untuk digunakan dalam program vaksinasi. BPOM pun menegaskan bahwa tak ada kaitan antara penggunaan vaksin AstraZeneca dengan kasus pembekuan darah.

Selain itu, manfaat dari vaksin AstraZeneca juga sudah dipastikan lebih banyak dibandingkan risikonya.

"Saat ini angka kejadian COVID-19 global termasuk di Indonesia masih tinggi, sehingga walaupun pada pemberian vaksinasi mungkin dapat menimbulkan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), namun risiko kematian akibat COVID-19 jauh lebih tinggi," terang juru bicara vaksinasi COVID-19 BPOM Lucia Rizkia Andalusia dalam konferensi pers, Jumat (19/3/2021)

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah memberikan fatwa bahwa vaksin AstraZeneca dapat digunakan, karena kondisi darurat.

"Di masa darurat pandemi, hari ini MUI mengimbau seluruh umat Islam Indonesia untuk tidak ragu mengikuti program vaksinasi COVID-19 agar Indonesia segera keluar dari pandemi," ujar Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh dalam kesempatan yang sama.

2. Tidak berasal dari hewan

Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca tidak mengandung produk yang berasal dari hewan. Oleh karena itu, masyarakat tak perlu khawatir mengenai hal ini.

"Penting kita ketahui bersama bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca merupakan vaksin yang memiliki platform vektor virus yang tidak mengandung produk berasal dari hewan, seperti yang telah dikonfirmasi oleh WHO maupun badan otoritas produk obat dan kesehatan Inggris," jelas dr Nadia.

Lebih lanjut, dr Nadia juga mengatakan di masa pandemi seperti ini vaksin yang terbaik adalah vaksin yang sudah tersedia dan telah terbukti efektivitas dan keamanannya.

Kemudian, bagaimana dengan efek sampingnya dan kapan vaksin AstraZeneca mulai didistribusikan? Klik halaman selanjutnya.

3. Efek samping vaksin

Hasil evaluasi dari vaksin AstraZeneca menunjukkan bahwa vaksin ini hanya memicu reaksi ringan-sedang. Hal ini telah dibuktikan dalam uji klinis kepada 23.745 orang dengan rentang pemberian dosis pertama dan kedua 8-12 minggu.

"Dan yang paling sering dilaporkan yaitu reaksi lokal, seperti nyeri saat ditekan, panas, kemerahan, gatal, pembengkakkan," ujar Lucia.

"Serta reaksi sistemik seperti kelelahan, sakit kepala, malaise, panas, meriang, dan nyeri sendi," lanjutnya.

4. Kedaluwarsa akhir Mei

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang telah tiba di Indonesia akan memasuki kedaluwarsa pada akhir Mei 2021. Dengan rentang pemberian dosis 8-12 minggu, Kemenkes pun telah mempersiapkan langkah antisipasinya.

"Jadi kalau memang ini vaksin ini pada keputusannya dari Badan POM ini harus disuntikkan dalam rentang waktu 9-12 minggu. Tentunya kita tidak akan menggunakan vaksin yang 1,1 juta ini untuk menunggu sampai penyuntikan dosis kedua," jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (16/3/2021).

"Jadi kita akan berikan seluruhnya vaksin ini untuk penyuntikan dosis pertama," lanjutnya.

Sementara untuk pemberian dosis kedua akan dilakukan setelah kedatangan vaksin pada tahap berikutnya.

5. Siap didistribusikan

dr Nadia mengatakan, vaksin AstraZeneca telah siap untuk didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar), paling lambat Senin (22/3/2021).

"Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak yang sudah berpengalaman di bidang distribusi vaksin. Baik ini Bio Farma maupun UNICEF untuk memastikan bahwa seluruh warga negara Indonesia di wilayah-wilayah tersebut dapat menikmati hak mereka untuk mendapatkan vaksin COVID-19," tuturnya.



Simak Video "Indra Rudiansyah Kiprah Global Iluwan RI Pejuang Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT