Minggu, 21 Mar 2021 21:11 WIB

Gimana Sih Biar Nggak Ngorok Pas Tidur? Ini 5 Tipsnya

Ardela Nabila - detikHealth
Istri yang terganggu dengan suara dengkuran suaminya. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Mendengkur atau mengorok saat tidur merupakan salah satu kebiasaan yang sering kali dianggap wajar dan biasa. Di Indonesia, tidur ngorok sering kali dianggap sebagai tanda bahwa seseorang sedang kelelahan.

Padahal, suara yang keluar saat mendengkur dapat mengganggu tidur orang lain dan merupakan salah satu tanda seseorang mengalami masalah kesehatan serius. Menurut dokter kesehatan tidur, dr Andreas Prasadja, RPSGT, sebanyak 95 persen kasus mengorok merupakan tanda dari sleep apnea atau henti napas saat tidur.

"Riset di AS, ngorok itu penyebab perceraian nomor 3 setelah masalah ekonomi dan perselingkuhan. Kita lihat bukan masalah suara yang ganggu, tapi kemudian sleep apnea yang menurunkan libido, disfungsi ereksi. Kalau orang bule, kebanyakan masalah ngorok karena kegemukan, nah kalau di Asia beda," ujar dr Andreas, dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (21/3/2021).

Lebih lanjut, dr Andreas membagikan 5 cara agar tidak mendengkur atau mengorok saat tidur, yaitu:

1. Jaga berat badan

Disebutkan oleh dr Andreas, orang Asia memiliki prevalensi ngorok lebih tinggi dibandingkan dengan orang ras kaukasia, yakni sebanyak 50 persen. Pasalnya, orang Asia yang memiliki rahang lebih sempit dan terdapat faktor keturunan.

Sementara itu, orang kaukasia memiliki prevalensi mengorok sekitar 14-15 persen. Meski orang kaukasia kerap mengalami kegemukan, dr Andreas tetap menyarankan untuk terus menjaga berat badan.

"Kegemukan itu faktor risiko ngorok, saluran napas jadi tambah sempit. Pada orang Asia , berat badan turun tapi masih ngorok. Namun sebagai pencegahan tetap harus jaga berat badan," tuturnya.

2. Hindari merokok

Gaya hidup juga dapat menjadi penyebab seseorang sering mengorok. Menurut dr Andreas, rokok dapat menyebabkan saluran napas menjadi meradang, bengkak, dan menyempit. Oleh sebab itu, ia menyarankan untuk menghindari kebiasaan merokok.

"Rokok, dari asap yang dihirup kan panas, sehingga membuat saluran napas meradang, bengkak, lalu sempit," jelasnya.

3. Hindari konsumsi alkohol

Untuk mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas serta terhindar dari ngorok, kamu harus menghindari konsumsi alkohol menjelang jam tidur. Bahkan, pada orang yang tidak terbiasa mengorok, minum alkohol dapat membuat mereka mengorok saat tidur.

"Ini juga faktor risiko. Alkohol membuat saluran napas jadi lembek. Kita tahu nih orang enggak mendengkur, jadi mendengkur begitu konsumsi alkohol," ujar dr Andreas.

4. Posisi tidur miring

Selain menjaga gaya hidup sehat, posisi tidur miring atau setengah duduk juga dapat dijadikan solusi bagi orang-orang yang kerap mengorok. Namun, posisi tidur ini ternyata kurang sehat untuk tulang punggung. Jika ngorok masih terjadi secara terus-menerus, maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengunjungi dokter.

"Ada survei, salah satu tanda (kalau perlu segera cek ke dokter) Anda makin sering disikut atau ditendang pasangan. Mengorok yang tahu pasangan. Kalau pasangan lihat mendengkur, napas berat, enggak normal, itu sudah tanda harus dicek," ujarnya.

5. Pastikan hidung tidak tersumbat

Tak hanya terjadi pada orang dewasa, ngorok ternyata juga mungkin saja terjadi pada anak-anak dan remaja. Oleh sebab itu, orang tua dapat memastikan saluran napas anak berfungsi dengan baik dengan cara memastikan bahwa hidung tidak tersumbat.

"Apa yang bikin hidung tersumbat harus segera diatasi," pungkasnya.



Simak Video "Ramuan Alami untuk Atasi Insomnia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)