Senin, 22 Mar 2021 13:11 WIB

Di Tengah Kontroversi Fatwa MUI, BPOM Tegaskan Keamanan Vaksin AstraZeneca

Vidya Pinandhita - detikHealth
Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac dari China untuk fase ke 1-2 full report sudah didapatkan BPOM. Namun, masih ada data yang kurang untuk fase ketiga. Kepala BPOM Penny K Lukito (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menegaskan keamanan vaksin Corona AstraZeneca. Vaksin asal Inggris yang dibuat di Korea Selatan ini sempat diterpa isu miring soal keamanan.

Saat ini, vaksin AstraZeneca telah dinyatakan aman dan bisa segera digunakan oleh BPOM. Sebelumnya, vaksin Corona ini sempat ditahan rekomendasi penggunaannya selama proses kajian terkait beberapa kasus pembekuan darah di Eropa.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menyebut, pemeriksaan keamanan vaksin AstraZeneca sudah selesai. Kini vaksin tersebut sudah bisa digunakan.

"Sudah selesai. Kemarin sudah dirilis bahwa sudah bisa digunakan. Tentunya dengan kehati-hatian karena kemarin ada indikasi beberapa. Ada kausalnya dari vaksin AstraZeneca tersebut," ujar Penny saat ditemui di Jakarta, Senin (21/3/2021).

Ia menyebut, sikap hati-hati ini patut diberlakukan untuk penggunaan semua produk vaksin, bukan hanya AstraZeneca.

Setelah 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca produksi Korea Selatan dari jalur multilateral fasilitas COVAX facility tiba di RI pada Senin (8/3/2021), BPOM sempat tidak merekomendasikan penggunaannya. Sebab, vaksin ini masih menjalani kajian terkait laporan beberapa kasus pembekuan darah di Eropa.

Sebanyak 15 negara di Eropa turut menangguhkan penggunaan vaksin ini. Sebagai langkah kehati-hatian, BPOM memutuskan vaksin ini tak langsung digunakan di Indonesia melainkan dikaji lebih dulu.

Namun Penny meluruskan, vaksin AstraZeneca yang digunakan di Indonesia berbeda batch dengan yang digunakan di Eropa.



Simak Video "Indra Rudiansyah Kiprah Global Iluwan RI Pejuang Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)