Selasa, 23 Mar 2021 13:42 WIB

Cerita Pria Bugar Dua Kali Kena COVID-19 Tak Kunjung Sembuh

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Seorang anggota dewan yang sudah terinfeksi COVID-19 sejak setahun lalu, mewanti-wanti bahaya Corona seperti yang dialaminya. Pasalnya, ia hingga kini belum benar-benar pulih dan masih mengeluhkan sejumlah gejala Corona.

Adalah Tamoor Tariq, yang mulanya dibawa ke RS saat terpapar COVID-19 di awal Inggris memberlakukan lockdown. Ia menceritakan perjalanannya melawan COVID-19 dengan kondisi terengah-engah dalam akun YouTube-nya.

Ditegaskan, COVID-19 bukan hanya rentan menyerang usia lanjut dan mereka yang memiliki komorbid. Terbukti, ia yang sebelum terpapar COVID-19 terbiasa olahraga lari, kini untuk naik turun-tangga saja terasa sulit.

Ia merasa sangat lelah setiap waktu. Pria berusia 31 tahun tersebut sangat menyesal sempat menganggap remeh bahaya COVID-19, terlebih terbiasa menjalani hidup sehat.

Pikirnya kala itu, sekalipun terkena COVID-19, ia tak akan mengalami gejala parah atau gejala berkepanjangan. Kini ia hanya bisa berpesan, COVID-19 bisa berakhir fatal meski mereka tak memiliki penyakit bawaan atau komorbid sebelumnya.

"Itu merupakan pengalaman yang mengerikan," katanya kepada BBC.

"Terinfeksi COVID-19 karena sempat meremehkan Corona, membuat saya menyesal."

Butuh berminggu-minggu baginya untuk mengumpulkan kembali energi menjalani aktivitas seperti biasa, bahkan hanya untuk naik turun tangga.

Sayangnya, dirinya harus berjuang kembali melawan COVID-19 karena kembali terinfeksi di akhir Desember.

"Saat itu 26 Desember dan saya tahu saya kembali mengalami gejala COVID-19 seperti di awal terpapar, bahkan sebelum saya mendapat hasil tes positif," katanya.

Ia tak begitu panik lantaran ingat seorang perawat pernah menjelaskan, jika dirinya kembali terinfeksi COVID-19, infeksinya tak akan terlalu parah.

"Tetapi kemudian istri, saudara perempuan, dan ibu saya semuanya terpapar COVID-19 dan itu sungguh sangat mengkhawatirkan," tambahnya.

Tiga bulan berselang setelah serangan COVID-19 kedua, ia mengaku masih bisa berlari sejauh 2 km. Tak seperti biasanya rutin lari sejauh 5 km.

Dirinya bersyukur bisa selamat dari COVID-19 setelah berjuang selama setahun, meski masih mengeluhkan gejala ringan.



Simak Video "Riset Eijkman Ungkap 3 Gejala Umum COVID-19 yang Ditemukan Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)