Jumat, 26 Mar 2021 05:57 WIB

dr Tirta soal Vaksin Nusantara dr Terawan: Borosin Uang, Setop Saja!

Vidya Pinandhita - detikHealth
dr tirta di pn denpasar dr Tirta (Angga Riza-detikcom)
Jakarta -

Tak kunjung dapat restu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), riset vaksin Nusantara besutan dr Terawan Agus Putranto terancam setop. Dokter yang juga influencer Tirta Mandira Hudhi alis dr Tirta pasang badan mendukung sikap tegas BPOM.

"Vaksin nusantara? Ya setop lah, ngapain boros-borosin uang. Vaksinnya dari Amerika semua," kata dr Tirta, ditemui usai talkshow peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, Kamis (25/3/2021).

Diketahui, uji klinis fase 1 vaksin nusantara yang dilakukan para ilmuwan Universitas Diponegoro (Undip) di RS Dr Kariadi Semarang mendapat sejumlah catatan dari BPOM. Selain tidak memenuhi kaidah good clinical practice, hasil uji klinis dinilai tidak menjawab khasiat vaksin berbasis sel dendritik tersebut.

Riset vaksin ini juga mendapat catatan karena tidak melalui uji preklinis pada hewan. Terkait hal ini, penggagasnya dr Terawan menyebut tahapan uji preklinis sudah dilakukan oleh mitra penelitian di Amerika Serikat yaitu AIVITA Biomedical.

"Saya sudah WA-kan hasil uji klinik mengenai vaksin safety dan efikasi oleh pihak ketiga di Amerika karena itu sudah dikerjakan," jelas Terawan dalam Raker DPR Komisi IX Rabu (10/3/2021).

Menurut dr Tirta, penilaian BPOM bukan berarti tidak mendukung inovasi para peneliti lokal. Ia mencontohkan, ada riset lain yakni vaksin merah putih yang juga dikembangkan para ilmuwan anak bangsa dengan tetap mengikuti kaidah riset ilmiah.

"Nggak masalah produk lokal, gitu lho. Cuma kan urgensi kita menyediakan vaksin yang paling aman untuk masyarakat, kalaupun nanti kita bisa menyediakan vaksin lokal, ya tentu harus sesuai aturan yang berlaku," jelas dr Tirta.

Ditemui pada Senin (22/3/2021), Kepala BPOM Penny K Lukito menegaskan bahwa riset obat maupun vaksin harus memenuhi standar-standar yang berlaku. Terhadap uji klinis vaksin nusantara, BPOM telah berupaya memberikan pendampingan.

"Badan POM tidak pernah menghentikan (riset vaksin Nusantara)," tegas Penny.

Sementara itu, juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengakui RS Dr Kariadi telah mengajukan penundaan sementara riset vaksin nusantara. Penundaan diajukan karena ada kelengkapan yang belum terpenuhi.

"Iya betul ada surat penundaan sementara karena ada syarat yang harus dilengkapi untuk pelaksanaan uji fase kedua," kata Nadia saat dihubungi detikcom, Senin (22/3/2021).



Simak Video "Terawan Klaim Vaksin Nusantara Jadi Solusi Atasi Varian Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)