Selasa, 30 Mar 2021 12:00 WIB

PBNU Sebut AstraZeneca Vaksin Suci, Boleh Dipakai dalam Kondisi Normal

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah tokoh agama dan guru di Kota Sidoarjo menjalani vaksinasi perdana vaksin AstraZeneca. Pelaksanaan vaksinasi itu ditinjau langsung Presiden Joko Widodo. PBNU sebut vaksin AstraZeneca vaksin suci. (Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Jakarta -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Bahtsul Masail PBNU menyatakan vaksin AstraZeneca sebagai vaksin suci dan boleh digunakan karena tidak ada unsur yang membahayakan.

"Dalam forum Bahtsul Masail LBM PBNU, pihak AstraZeneca secara transparan telah memberikan pernyataan dan pemaparan bahwa seluruh proses pembuatan vaksin yang dilakukan pihak AstraZeneca tidak memanfaatkan bahan yang berasal dari unsur babi," tulis surat edaran PBNU, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (30/3/2021).

PBNU juga mengatakan vaksin AstraZeneca bisa digunakan dalam kondisi apapun. Dalam surat edaran tersebut juga PBNU mengatakan vaksin AstraZeneca boleh disuntikkan ke dalam tubuh manusia meskipun dalam kondisi normal, apalagi dalam kondisi darurat.

"Vaksin AstraZeneca adalah mubah (boleh) digunakan bukan hanya karena tidak membahayakan melainkan juga karena suci," kutip surat tersebut.

"Akhirnya, masyarakat tak perlu meragukan kemubahan vaksin AstraZeneca ini. Bahkan, masyarakat perlu membantu pemerintah memberikan informasi yang benar tentang vaksin ini," lanjutnya.

Vaksin AstraZeneca sempat disoroti oleh masyarakat terkait kehalalalnnya. Disebutkan bahwa dalam proses pembuatannya, ada pemanfaatan tripsin babi sehingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram namun tetap bisa digunakan karena dalam kondisi darurat.

Namun pihak AstraZeneca menyebut dalam proses pembuatan vaksin tak ada unsur hewan apapun, termasuk babi yang dicampur dalam serum vaksin AstraZeneca.



Simak Video "Vaksin AstraZeneca Ditargetkan Tiba Lagi di Indonesia Mei 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)