Rabu, 31 Mar 2021 10:30 WIB

Jerman Tangguhkan Vaksin AstraZeneca bagi Warga di Bawah 60 Tahun, Kenapa?

Vidya Pinandhita - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Jerman menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca pada warga berusia 60 tahun ke bawah. Foto: Getty Images/Antonio Masiello
Jakarta -

Komisi vaksin Jerman STIKO menyetop sementara penggunaan vaksin AstraZeneca pada warga berusia 60 tahun ke bawah. Pasalnya, muncul laporan jumlah kasus pembekuan darah pasca penyuntikan.

Sedangkan penyetopan untuk warga di bawah 60 tahun yang telah menerima suntikan dosis pertama, baru akan berlaku pada akhir April.

Rekomendasi penyetopan penggunaan vaksin AstraZeneca ini dikeluarkan pada Selasa (30/3/2021) waktu setempat. Penyetopan telah diberlakukan di kota Berlin dan Munich.

"Kami secara provinsi menghentikan vaksinasi penggunaan AstraZeneca bagi warga di bawah 60 tahun," ujar Menteri Kesehatan Dilek Kalayci saat menjabarkan data baru terkait efek samping, dikutip dari AFP, Rabu (31/3/2021).

Lainnya, rumah sakit pemerintah Jerman, Charite dan Vivantes menyetop sementara penggunaan vaksin AstraZeneca untuk wanita berusia di bawah 55 tahun.

Dikutip dari media Jerman Deutsche Welle, penyetopan tersebut dilakukan lantaran muncul sejumlah laporan efek samping berupa pembekuan darah di kepala. Kasus tersebut cenderung serius, namun terhitung jarang terjadi.

Menurut laporan, pembekuan darah yang tidak biasa terjadi paling banyak dialami wanita dewasa.

Kalayce menyebut, penyetopan ini adalah langkah antisipasi. Sejalan dengan laporan dari RS Charite da Vivantes, hingga kini memang tidak ada laporan kasus yang amat serius pasca penyuntikan vaksin AstraZeneca di Berlin. Akan tetapi demi keamanan, penggunaan AstraZeneca dihentikan sementara.

"Setiap orang yang telah menerima suntikan pertama AstraZeneca berada dalam perlindungan yang sangat baik," imbuh Kalayci.

Terkait keputusan penghentian vaksin Corona, Kanselir Angela Merkel dan Menteri kesehatan Jens Spahn sempat menggelar rapat darurat.

Sebelumnya, pembatasan penggunaan vaksin AstraZeneca memang sudah diberlakukan di sejumlah negara seperti Perancis dan Kanada untuk warga berusia 55 tahun ke atas. Lainnya, Spanyol membatasi penggunaan AstraZeneca pada warga berusia di atas 65 tahun.



Simak Video "Negara-negara Muslim yang Pakai Vaksin AstraZeneca"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)