Kamis, 01 Apr 2021 09:06 WIB

Geger Penyakit Otak Misterius Serang Warga Kanada, Dokter Dibuat Bingung

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ilustrasi otak Canada diserang wabah penyakit otak misterius. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Para dokter di Kanada tengah berpacu dengan waktu untuk menemukan penyebab penyakit otak misterius yang menyerang lebih dari 40 orang di Provinsi New Brunswick, bagian timur Kanada.

Gejala penyakit misterius ini mirip dengan penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD), kelainan otak yang langka dan fatal; dan termasuk di dalamnya kehilangan ingatan, halusinasi dan atrofi otot.

Dilaporkan oleh The Guardian, awal bulan ini pejabat Kanada memberi tahu para dokter di daerah New Brunswick bahwa mereka sedang memantau 43 kasus penyakit saraf yang tidak diketahui penyebabnya.

Kasus pertama yang teridentifikasi berasal dari tahun 2015, tetapi para pejabat telah mencatat peningkatan jumlah kasus dalam beberapa tahun terakhir, dengan 24 kasus dilaporkan pada tahun 2020 dan enam kasus pada tahun 2021. Sudah ada lima kematian akibat penyakit otak misterius itu.

Dokter pertama kali menduga kasus ini adalah CJD, yang disebabkan oleh protein terlipat tidak normal yang disebut prion. Tetapi tes yang dilakukan tidak menunjukkan bukti terkait CJD, atau penyakit prion terkait lainnya.

"Tidak ada bukti, tidak ada petunjuk, bahkan dalam tiga otopsi yang telah dilakukan, dari penyakit prion manusia," kata Neil Cashman, profesor di Universitas British Columbia, dikutip dari Live Science.

Perkembangan gejala pada pengidap penyakit misterius ini memburuk dalam 18 hingga 36 bulan, dari rasa sakit yang tidak dapat dijelaskan dan kejang hingga penurunan kemampuan kognitif, pengecilan otot, serta gigi bergemeletuk.

Mengingat insiden nampaknya terbatas pada wilayah tertentu, peneliti masih menduga kemungkinan kasusnya disebabkan oleh pencemaran dan racun yang ada di lingkungan.

Beberapa kemungkinannya yakni B-methylamino-L-alanine (BMAA) dan asam domoic, kedua racun tersebut kadang terkandung di dalam ikan dan kerang. Namun, Cashman menekankan bahwa ini hanya spekulasi untuk saat ini dan menemukan penyebab sebenarnya bisa memakan waktu hingga seminggu atau, bahkan, setahun.



Simak Video "Baru! Peneliti Melihat Ada Kemungkinan Virus Corona Serang Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)