Senin, 05 Apr 2021 22:00 WIB

Selandia Baru Beri Cuti Berbayar untuk Wanita Keguguran, Bagaimana di RI?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Man consoling a sad woman in living room Foto: thinkstock
Jakarta -

Selandia Baru belum lama ini mengeluarkan kebijakan hak cuti bagi wanita yang keguguran atau bayinya lahir meninggal. Pasangannya pun berhak mendapatkan hak cuti yang sama.

Pemberian hak cuti dan tunjangan ini memberi karyawan wanita dan pasangannya tiga hari cuti saat keguguran tanpa perlu menggunakan cuti sakit. UU itu dinamai UU Hak Cuti saat Keguguran.

"Karena kesedihan mereka bukanlah penyakit, itu adalah kerugian dan kehilangan membutuhkan waktu (pemulihan)," kata anggota parlemen Partai Buruh Ginny Andersen, yang memprakarsai RUU tersebut, dikutip dari NBC News.

Ketentuan cuti berlaku untuk ibu, pasangan mereka serta orang tua yang berencana memiliki anak melalui adopsi atau ibu pengganti.

Bagaimana di Indonesia?

Dalam Pasal 82 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.

Sementara itu, bagi pekerja yang istrinya melahirkan atau pun mengalami keguguran berhak atas cuti kerja selama 2 hari dengan upah penuh dari perusahaan tempatnya bekerja.



Simak Video "Brasil Hentikan Sementara Vaksin AstraZeneca untuk Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)