Rabu, 07 Apr 2021 13:16 WIB

Riset: Sepertiga Penyintas COVID-19 Idap Penyakit Otak dan Kejiwaan

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi pasien Corona sembuh Foto ilustrasi. ((Foto ilustrasi: shutterstock))
Jakarta -

Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 230.000 orang di Amerika Serikat (AS), ditemukan sepertiga penyintas COVID-19 mengalami gangguan neurologis di otak maupun gangguan kejiwaan dalam kurun waktu enam bulan.

Dikutip dari laman Reuters, para ilmuwan pada hari Selasa (6/4/2021) mengatakan bahwa pandemi Corona dapat menyebabkan gelombang masalah mental dan neurologis.

Para peneliti yang melakukan analisis mengatakan tidak begitu jelas bagaimana virus itu dikaitkan dengan kondisi kejiwaan seperti kecemasan dan depresi, tetapi ini adalah diagnosis paling umum di antara 14 gangguan yang mereka lihat.

Peneliti menyebutkan, kasus pasca COVID-19 seperti demensia, gangguan neurologis lainnya lebih jarang, tetapi masih signifikan, terutama pada mereka yang menderita COVID-19 parah.

"Hasil kami menunjukkan bahwa penyakit otak dan gangguan kejiwaan lebih umum terjadi setelah COVID-19 daripada setelah flu atau infeksi pernapasan lainnya," jelas Max Taquet, seorang psikiater di Universitas Oxford Inggris, yang ikut memimpin penelitian tersebut.

Pakar kesehatan pun semakin prihatin dengan bukti risiko gangguan otak dan kesehatan mental yang lebih tinggi di antara para penyintas COVID-19.

Sebuah studi sebelumnya oleh peneliti yang sama menemukan tahun lalu bahwa sekitar 20 persen penderita COVID-19 didiagnosis dengan gangguan kejiwaan dalam waktu tiga bulan.

Temuan terbaru, yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry, menganalisis catatan kesehatan dari 2.36.379 pasien COVID-19, sebagian besar dari AS, dan menemukan 34 persen telah didiagnosis dengan penyakit neurologis atau psikiatri dalam waktu enam bulan.

Para ilmuwan menyebutkan, gangguan tersebut secara signifikan lebih umum pada pasien COVID-19 daripada pada kelompok perbandingan orang yang sembuh dari flu atau infeksi pernapasan lainnya selama periode waktu yang sama, menunjukkan bahwa COVID-19 memiliki dampak khusus.

Kecemasan sebanyak 17 persen, dan gangguan mood 14 persen, adalah yang paling umum, dan tampaknya tidak terkait dengan seberapa ringan atau parah infeksi COVID-19 pasien.

Di antara mereka yang telah dirawat di perawatan intensif dengan COVID-19 parah, 7 persen mengalami stroke dalam enam bulan, dan hampir 2 persen didiagnosis dengan demensia.



Simak Video "Jepang Minta Penyelidikan Tambahan soal Asal Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)