Rabu, 07 Apr 2021 20:22 WIB

Para Ahli Kembali Ingatkan Urgensi Vaksinasi untuk Lansia

Yudistira Imandiar - detikHealth
Para Lansia menerima suntikan vaksin COVID-19 di Gedung Balai Besar Pelatihan Kesehatan, Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (24/3). Begini ekspresi para Lansia saat disuntik. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 pada lansia berusia di atas 60 ditujukan agar dapat mengurangi tingkat kesakitan dan kematian. Sebab, para lansia merupakan golongan yang memiliki fatality rate tinggi apabila terpapar COVID-19.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi menjabarkan saat ini terdapat sejumlah kemudahan yang diberikan pemerintah, guna membantu lansia mendapatkan akses vaksinasi. Ia menyampaikan, pemerintah berharap bisa menyelesaikan vaksinasi dosis pertama untuk 90 persen lansia pada akhir Juni 2021.

"Kita sudah membuka begitu banyak sentra vaksinasi baik itu yang ada di Puskesmas maupun juga di beberapa pos-pos layanan vaksinasi milik pemerintah," ungkap dr. Siti Nadia dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (7/4/2021).

Akselerasi vaksinasi terhadap lansia dilakukan untuk mendongkrak tingkat partisipasinya yang masih di angka 8,2% secara nasional.

Menurut Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, ada beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat partisipasi. Salah satunya faktor ketakutan dan keraguan,yang selama ini jadi faktor utama bagi para lansia untuk mendatangi tempat-tempat vaksinasi.

Hindra menegaskan vaksinasi COVID-19 telah diberikan kepada 145 juta jiwa di seluruh dunia dan terbukti tidak berbahaya.

"Memang sudah ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dilaporkan. Namun saya bisa pastikan, KIPI ini adalah reaksi alamiah yang wajar. Ini terjadi pada setiap imunisasi yang artinya vaksin tersebut aman dan dapat diberikan bagi lansia," ulas Hindra.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih banyak membaca dan menyebarkan berita gembira terkait vaksinasi lansia,

"Testimoni dari pasangan lansia yang datang itu tolong juga diambil gambarnya dan diwawancara, kemudian diberikan penghargaan sehingga masyarakat percaya," imbuhnya.

dokter spesialis penyakit dalam/vaksinolog dr.Dirga Sakti Rambe turut memberikan pandangannya soal vaksinasi lansia. Ia menyebut banyak lansia yang harus mendapatkan perawatan akibatCOVID-19. Oleh sebab itu mereka harus dilindungi dari paparan virus Corona agar tidak mengalami penyakit serius.

"Satu dari 3 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit merupakan golongan lansia. Itulah alasan, mengapa kita sangat menginginkan memperbanyak cakupan vaksinasi bagi golongan lansia ini, karena kita harus melindungi orang tua kita dengan segera," ujar dr. Dirga.

Ia menyebut tidak ada alasan untuk tidak vaksinasi. Ia mengajak anak-anak muda untuk membawa para lansia untuk divaksin.

"Jadi, ayo kita proaktif sebagai anak dan sebagai anak muda, pengurus RT/RW, untuk membawa atau mendaftarkan lansia agar bisa segera divaksinasi," kata dr. Dirga.



Simak Video "Izinkan Sinovac untuk Lansia, BPOM Merujuk Uji Klinis China-Brasil"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)