Kamis, 08 Apr 2021 07:00 WIB

Eropa Tetap Rekomendasikan Vaksin AstraZeneca Meski Ada Kemungkinan Risiko

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sejumlah pekerja media mendapatkan vaksin COVID-19. Proses vaksinasi dilakukan di Hall A Senayan, Jakarta. Vaksin COVID-19 (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Regulator di Eropa dan Inggris mengklaim telah menemukan kemungkinan kaitan antara vaksin AstraZeneca dengan kejadian langka pembekuan darah. Meski begitu, mereka tetap merekomendasikan vaksin tersebut.

Pertimbangannya tidak lain karena melindungi orang terhadap COVID-19 tidak kalah penting. Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya memberikan perlindungan.

Dikutip dari Reuters, badan penasihat di Inggris mengatakan vaksin ini sebaiknya tidak diberikan pada usia di bawah 30 tahun jika memungkinkan. Namun para pakar menyebut hal itu sebagai bentuk kewaspadaan, bukan benar-benar karena ada masalah keamanan serius.

Sejumlah negara sempat menangguhkan vaksin AstraZeneca. Namun sebagian besar di antaranya telah kembali melanjutkan, termasuk Prancis, Belanda, dan Jerman.

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan akan terus memantau perkembangan vaksin AstraZeneca dan evaluasi pada pakar di Eropa. Koordinasi dengan para pakar di dalam negeri juga terus menerus dilakukan.

"BPOM terus berkoordinasi dengan KOMNAS KIPI dalam mengevaluasi kejadian pembekuan darah akibat pemberian vaksin AstraZeneca," kata juru bicara vaksinasi BPOM, Lucia Rizka Andalusia, saat dihubungi detikcom Rabu (7/4/2021).



Simak Video "WHO Sebut Banyak Negara yang Tertarik Pakai Vaksin AstraZeneca"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)