Kamis, 08 Apr 2021 12:36 WIB

Pengumuman! Dipastikan Tak Ada Kaitan Golongan Darah dengan Risiko COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Diet Berdasarkan Golongan Darah, Ini Makanan yang Bisa Dikonsumsi Foto: Getty Images/iStockphoto/Mixmike
Jakarta -

Sejumlah penelitian menyimpulkan bahwa orang dengan golongan darah A lebih rentan terhadap COVID-19. Sementara golongan darah O, B, atau AB disebut lebih 'kebal' dari infeksi penyakit ini.

Meski begitu, sebagian besar peneliti mengaku temuan ini masih terlalu dini untuk menyimpulkan kaitan antara golongan darah dengan risiko keparahan penyakit akibat COVID-19.

Dikutip dari WebMD, sebuah studi terbaru menegaskan bahwa tak ada hubungan antara golongan darah A, B, AB, atau O dengan risiko infeksi virus Corona. Penelitian ini dilakukan kepada hampir 108.000 pasien di 24 rumah sakit dan 215 klinik di Utah, Idaho, dan Nevada.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr Jefrey Anderson dari Intermountain Medical Center Heart Institute di Murray, Utah, ini pun telah diterbitkan di JAMA Network Open pada 5 April lalu.

"Sejak awal pandemi ini, ada kaitan yang didalilkan antara golongan darah dan kerentanan penyakit," kata Dr Amesh Adalja, seorang sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, yang tidak berperan dalam penelitian tersebut.

"Dari penelitian besar ini, tampak bahwa tak ada hubungan antara golongan darah dan kerentanan atau keparahan," lanjutnya.

Para peneliti mengatakan bahwa laporan awal dari China menunjukkan golongan darah dapat memengaruhi risiko COVID-19. Kemudian studi dari Italia dan Spanyol juga mendukung hal tersebut.

Namun, studi lain yang berasal dari Denmark dan Amerika Serikat menunjukkan hasil yang beragam dan bertentangan.

Sementara hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari puluhan ribu pasien yang diteliti hampir 11.500 di antaranya dinyatakan positif COVID-19, sedangkan sisanya negatif. Oleh karena itu, mereka menegaskan bahwa golongan darah tak memainkan peran penting apa pun dalam risiko tertular COVID-19.

"Saya selalu mengatakan bahwa semua golongan darah ini tidak berarti apa-apa," kata Dr Aaron Glatt, ketua departemen kedokteran dan ahli epidemiologi di rumah sakit Mount Sinai South Nassau di Oceanside, New York, yang juga tidak terlibat dalam penelitian ini.

"Sudah cukup banyak hal yang membuat orang takut jika mereka memiliki satu jenis golongan darah, yang diyakini lebih rentan tertular. Tidak pernah ada perbedaan praktis," lanjutnya.

Glatt pun mengatakan bahwa pada penelitian sebelumnya hanya menemukan sejumlah kebetulan acak, yang mungkin tak ada kaitannya antara tingkat keparahan COVID-19 dengan golongan darah.

"Beberapa orang melihat begitu banyak variabel yang berbeda dan salah satunya adalah golongan darah. Mereka melihat bahwa beberapa orang mengalami kondisi yang lebih buruk dengan golongan darah tertentu, tetapi penelitiannya bertentangan, akan masuk akal jika itu acak," tuturnya.



Simak Video "Golongan Darah A Paling Berisiko Terinfeksi Parah Sars-CoV-2"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)