Kamis, 08 Apr 2021 15:39 WIB

Seumur Hidup Cuma Bisa Sekali Kena Herpes? 5 Mitos Ini Tak Perlu Lagi Dipercaya

Ardela Nabila - detikHealth
gatal Foto: shutterstock
Jakarta -

Herpes zoster (HZ) atau cacar api merupakan penyakit pada jaringan saraf yang disebabkan oleh virus varicella zoster (VZV), yakni virus yang juga menyebabkan terjadinya cacar air. Ketika virus VZV masuk ke dalam tubuh, virus tersebut akan menetap di dalam saraf dan bisa aktif pada waktu yang tidak terduga.


Umumnya, salah satu jenis penyakit herpes ini tidak bergejala. Namun, seseorang yang terinfeksi virus ini akan mengalami gatal, kesemutan, hingga rasa terbakar pada kulit. Setelah beberapa hari, akan muncul ruam merah serta bintil yang berisi cairan.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Anthony Handoko, SpKK, FINSDV dari Klinik Pramudia, penyakit ini bisa dialami oleh siapapun yang sebelumnya pernah mengalami cacar air ketika masih anak-anak.

Oleh karena penyakit ini umum dialami, terdapat banyak mitos yang beredar di masyarakat yang masih dipercaya hingga saat ini. Padahal, menurut dokter ternyata mitos-mitos tersebut merupakan hal yang tidak benar.

Berikut di antaranya:

1. MITOS: Pasien herpes zoster tidak boleh mandi

Salah satu mitos yang paling sering beredar di masyarakat terkait penyakit cacar adalah larangan tidak boleh mandi. Padahal, menjaga kebersihan kulit yang terinfeksi merupakan hal yang penting guna menghindari terjadinya infeksi sekunder atau tambahan pada kulit.

"Harus kena air, harus mandi. Kalau pada saat mandi jangan mandi air panas. Karena itu kan lagi meradang, lagi merah. Jangan diguyur air panas, makin merah nanti, bisa terjadi iritasi. Kemudian airnya jangan diguyur, tetapi dialirkan," kata dr Anthony dalam webinar Virtual Media Briefing, Kamis (7/4/2021).

2. MITOS: Wanita lebih rentan terinfeksi herpes zoster

Faktanya, menurut studi, wanita memang memiliki risiko lebih besar terinfeksi penyakit cacar api. Namun, dr Anthony menjelaskan bahwa kondisi di lapangan yang selama ini dihadapi, herpes juga banyak dialami oleh pria.

"Menurut hasil penelitian, wanita cenderung terkena herpes, secara populasi penelitian. Tetapi pengalaman saya di lapangan, sebenarnya porsinya sama antara pria dan wanita (yang terkena herpes). Jadi tidak ada alasan spesifik kenapa wanita lebih banyak terkena herpes zoster," jelasnya.

3. MITOS: Herpes zoster hanya terjadi satu kali seumur hidup


Ternyata, anggapan masyarakat yang menyebutkan bahwa cacar hanya akan terjadi satu kali seumur hidup merupakan anggapan yang tidak benar. Pasalnya, virus penyebab cacar atau herpes zoster akan tetap bertahan di dalam tubuh. Saat imunitas tubuh sedang lemah, maka virus ini bisa aktif kembali.

"Apakah dia bisa (menginfeksi lagi)? Jawabannya bisa. Walaupun dia (tubuh) mempunyai imunitas, tapi makin lama, makin bertambahnya usia, memorinya (imunitas tubuh) akan sedikit berkurang kan. Jadi kemungkinan terkena lagi bisa," tutur dr Anthony.

4. MITOS: Herpes zoster bisa diobati dengan bedak tabur

Mitos lain seputar cacar adalah penggunaan bedak tabur yang disebut-sebut bisa menyembuhkan luka yang disebabkan oleh VZV ini. Dijelaskan dr Anthony, bedak tabur tidak bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi penyakit ini.

Akan tetapi, bedak tabur bisa mengurangi rasa gejala gatal dengan adanya kandungan campora yang bisa memberikan sensasi dingin di kulit. Di sisi lain, penggunaan bedak tabur pada saat bintil yang berisi air tersebut sedang pecah, justru dapat menyebabkan tumbuhnya jamur dan infeksi lainnya.

5. MITOS: Daun kelor merupakan obat alami untuk mengatasi herpes zoster

Menurut dr Anthony, pemberian daun kelor atau herbal tidak semata-mata dapat mengobati herpes zoster. Sebab, daun kelor atau binahong bukan merupakan antivirus. Dengan demikian, saat mengalami herpes, pasien disarankan untuk mengunjungi dokter.

"Pada dasarnya pemberian herbal itu untuk memberikan efek dingin, mengeringkan (luka). Tetapi, secara medis daun kelor tidak berfungsi sebagai antivirus, lebih ke memperbaiki kulitnya," pungkasnya.



Simak Video "Fakta dan Mitos Soal Eucalyptus hingga Renang Saat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)