Minggu, 11 Apr 2021 08:05 WIB

Ada Benjolan di Payudara? Belum Tentu Kanker, Ini Kemungkinan Lainnya

Yuviniar Ekawati - detikHealth
Woman hand checking lumps on her breast for signs of breast cancer on gray background. Healthcare concept. Benjolan pada payudara (Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato)
Jakarta -

Beberapa perempuan merasakan adanya pertumbuhan jaringan yang tidak lazim pada payudaranya. Saat diraba terasa seperti benjolan. Hati-hati, bisa saja itu tanda kanker payudara.

Menurut American Cancer Society, 1 dari 8 perempuan akan mengalami kanker payudara dalam hidupnya. Karenanya, penting bagi perempuan untuk rutin melakukan pemeriksaan kanker payudara.

Pemeriksaan kanker payudara sebenarnya dapat dilakukan mandiri dari rumah yaitu dengan meraba payudara dan merasakan apakah ada atau tidaknya benjolan pada payudara.

Jika merasakan adanya benjolan pada payudara, penting untuk perempuan mengetahui faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan tekstur pada jaringan payudaranya, hal itu disebabkan karena kanker tidak selalu menjadi penyebabnya.

Berikut adalah hal yang dapat sebabkan benjolan pada payudara, dikutip dari Health:

1. Papilloma

Menurut American Cancer Society, papiloma intraduktal adalah tumor jinak atau tumor mirip kutil yang tumbuh di saluran susu payudara. menurut American Cancer Society. Papiloma sering terjadi pada wanita berusia 35 hingga 55 tahun.

Papiloma terdiri dari kelenjar dan jaringan fibrosa serta pembuluh darah yang tumbuh di saluran susu dan dapat menyebabkan benjolan di dekat puting. Papiloma dapat menyebabkan keluarnya cairan bening atau berdarah dari putting.

Cara untuk mengatasinya adalah dengan mengangkat papiloma dengan pembedahan, bersama dengan bagian duktus tempatnya tumbuh. Prosedur ini dilakukan oleh dokter.

Jika hanya memiliki satu papilloma tidak membawa risiko kanker payudara, sedangkan pada orang yang memiliki lebih dari satu risiko akan meningkat.

2. Perubahan payudara fibrokistik

Menurut American Cancer Society, banyak benjolan payudara ternyata disebabkan oleh fibrosis dan/atau kista. Perubahan ini adalah non-kanker atau jinak pada jaringan payudara, perubahan ini disebut fibrokistik.

Paling umum terjadi pada perempuan pada rentang usia 30 sampai 40 tahun. Tetapi, dapat juga memengaruhi perempuan di segala usia.

Fibrosis payudara membuat pengidap memiliki jaringan ikat ekstra di payudara yang terasa menggumpal. Fibrosis adalah jenis jaringan yang sama yang membentuk ligamen dan jaringan parut.

Sedangkan kista adalah kantung kecil berisi cairan, yang biasanya berbentuk bulat dan juga dapat bergerak di sekitar payudara. Kista berjalan seiring dengan fibrosis.



Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)