Minggu, 11 Apr 2021 09:57 WIB

Bikin Maia Estianty Kena COVID-19 Lagi, Amankah Berpelukan Saat Pandemi?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Maia Estianty Maia Estianty (Foto: Gus Mun/detikHOT)
Jakarta -

Musisi Maia Estianty mengaku mengalami reinfeksi atau terinfeksi COVID-19 untuk kedua kalinya. Ia meyakini tertular gara-gara berpelukan dengan seseorang yang ternyata positif COVID-19.

Berbeda dengan infeksi terdahulu yang asimptomatis, kali ini Maia mengaku mengalami gejala ringan berupa gatal di tenggorokan. Ia kini dinyatakan negatif setelah 6 hari menjalani isolasi mandiri.

Soal sumber penularan, Maia meyakini tertular lagi gara-gara memeluk seorang teman yang ternyata positif.

"Walaupun biasanya aku sangat jaga protokol, tapi ternyata aku ketemu orang yang kemudian aku peluk. Ternyata orang yang aku peluk ini positif," kata Maia dikutip dari detikHot.

Benarkah pelukan bisa menularkan COVID-19?

Dikutip dari CTVnews, para pakar meyakini pelukan bisa menularkan COVID-19 dengan dua cara. Pertama lewat droplet secara langsung, mengingat jarak aman penularan lewat droplet adalah sekitar 1,6 meter, dan pelukan tidak mungkin dilakukan lebih jauh dari itu.

Kemungkinan kedua adalah penularan tidak langsung melalui kontak fisik.

"Saat Anda berpelukan, Anda relatif dekat face-to-face. Di sela bernapas, bicara, batuk, bersin, atau apapun yang bisa terjadi saat berpelukan, Anda bisa mengeluarkan droplet," kata Zain Chagla, ahli infeksi dari McMaster University in Hamilton.

Sesekali berpelukan dalam waktu singkat, risikonya disebut 'mungkin' rendah tetapi bukan tanpa risiko sama sekali. Meski pelukan maupun kontak fisik pada umumnya punya sederet manfaat, sebisa mungkin memang dihindari jika tidak yakin keduanya bebas COVID-19.

Sedangkan untuk meminimalkan risiko, para pakar memberikan beberapa saran jika terpaksa harus berpelukan. Selain keduanya harus pakai masker, usahakan wajah menghadap ke arah yang saling berlawanan, dan hindari saling menyentuhkan wajah maupun menyentuhkan wajah ke pakaian.

"Karena pada umumnya pelukan hanya berlangsung singkat, dan 'singkat' adalah benar-benar kunci, saya pikir selalu ada cara untuk menurunkan risiko hingga level yang saya kira bisa diterima, terutama mengingat berbagai manfaat berpelukan," kata Lindsey Marr dari Virginia Tech di Blacksburg, dikutip dari Newscientist.



Simak Video "Cara Bedakan Long Covid dengan Reinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)